Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang perempuan berinisial EA dilaporkan ke Satreskrim Polres Mojokerto, Selasa (1/11/2022). Perempuan asal Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini dilaporkan telah membawa kabur milyaran rupiah milik member arisan online.
Ada lebih dari 200 member yang masuk dalam arisan online EA, mereka merupakan kalangan emak-emak. Mereka memilih melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan karena merasa dirugikan. Nilai uang masing-masing korban yang dibawa kabur EA bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta per orang.
Salah satu korban berinisial MH (28) mengatakan, EA tiba-tiba menghentikan arisan tanpa mengembalikan uang member melalui grup aplikasi WhatsApp (WA) pada, 25 Oktober 2022 lalu. “Awalnya enak-enak, tapi kemarin tanggal 25 itu dia bikin pemberitahuan kalau arisannya berhenti,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penipuan”]
Masih kata MH, ia ikut arisan online sejak tahun 2020 dan tidak pernah terjadi masalah. Bahkan, ibu anak satu ini menilai sosok EA memiliki ketegasan dan disiplin dalam mejalan arisan. Ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp8,4 juta dari dua sistem arisan yang diikutinya.
“Saya ikut dua sistem, flat dan menurun. Sistem flat dengan keuntungan Rp10 juta, bayar Rp700 ribu setiap bulan. Sedangkan sistem menurun keuntungan Rp4 juta, satu bulan bayar dua kali sebesar Rp 150 ribu. Selama ini, saya tidak pernah bertemu dan mengenal secara langsung dengan dia (EA),” katanya.
Selama ia, ia membayar arisan online
kepada EA via transfer. Tahun 2022, ia sudah pernah mendapatkam arisan namun dari bulan Maret belum pernah dapat. Ia mengaku tidak tahu pasti jumlah orang yang ikut arisan di EA, namun menurutnya kerugian mencapai milyaran rupiah.
“Kalau tidak ada tanggung jawab nanti uang kita bagaimana?. Kasihan para korban, gara-gara arisan ini banyak yang urusannya berantakan. Setelah ada info arisan dihentikan, banyak yang datang ke rumahnya tapi dia (EA) sudah tidak ada di rumah. Dia harus tanggungjawab,” tegas warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini.
Hal yang sama diungkap korban lain, MK (27) asal Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Ia mengetahui arisan yang digelar EA dari temannya dan ia baru ikut sembilan bulan yang lalu. “Saya tertariknya itu karena orangnya awalnya tegas, kalau ada yang tidak bayar ada denda dan sanksi,” tuturnya.
Ia tidak menyangkah bakal seperti itu. Akibat EA kabur, ia mengalami kerugian Rp13, 3 juta karena ia mengkuti arisan tiga slot dengan perolehan berbeda-beda. Perolehan Rp9 juta, ia membayar Rp900 ribu per bulan. Rp4 juta, ia membayar Rp 30 ribu minggu sekali dan Rp4 juta, ia membayar Rp500 ribu dua minggu sekali.
“Saya juga transfer, tidak pernah ketemu orangnya. Saya bayarnya langsung, ketika ada uang langsung saya bayar semua. Total korban saat ini mencapai 282 orang dengan total kerugian ditaksir Rp3 milyar ampai Rp4 milyar. Setahu saya, kemarin-kemarin sudah ada beberapa teman yang lapor,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Gondam Pringgandoni membenarkan ada laporan dari member arisan yang dibuat EA. “Ada dua orang yang sudah melapor. Untuk kerugian masih kami dalami ya,” ucapnya singkat. [tin/kun]






