Surabaya (beritajatim.com) – Mengukuhkan eksistensinya selama 12 tahun di industri fashion wastra, Batik Chic menggelar perhelatan tahunan bertajuk “Timeless Threads of Tomorrow” di D’Soematra, Surabaya, Kamis (5/2/2026). Acara ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bentuk apresiasi mendalam bagi komunitas, mitra, dan pecinta wastra yang telah menyertai perjalanan kreatif brand tersebut.
Tema yang diusung merefleksikan filosofi Batik Chic tentang jalinan benang waktu, di mana setiap karya menjadi simbol proses kreatif yang menghubungkan masa kini dengan masa depan fashion Indonesia.
Novita Yunus, Owner dan Direktur Kreatif Batik Chic, menegaskan bahwa identitas utama dari karyanya adalah eksplorasi mendalam terhadap kekayaan kain tradisional Indonesia.
“Batik Chic itu memang DNA-nya adalah wastra nusantara. Kita selalu menggunakan batik-batik atau apapun kain-kain dari Indonesia. Jadi, memang itu adalah kekhasan dari Batik Chic. Saya akan selalu mengeksplor batik-batik dari Indonesia,” ujar Novita Yunus saat ditemui di sela-sela acara.
Fashion Show Spesial: 13 Muses dan Koleksi “Peony, Love and Prosperity”
Sorotan utama acara ini adalah fashion show spesial yang menampilkan koleksi terbaru Batik Chic beserta sister brand lainnya. Peragaan busana ini dibawakan oleh 13 Muses, yang merupakan pelanggan setia (VIP customers) sekaligus representasi eratnya hubungan antara brand dengan komunitas.
Bertepatan dengan momen Lunar Imlek dan Hari Kasih Sayang, koleksi yang ditampilkan mengusung tema “Peony, Love and Prosperity”. Keindahan koleksi ini didominasi oleh:
* Palet Warna: Nuansa khas peranakan dan Lunar seperti merah, pink, serta warna-warna cerah yang melambangkan kebahagiaan, cinta, dan kemakmuran.
* Motif Filosofis: Bunga Peony sebagai simbol kehormatan, Guci untuk kelimpahan, Mega Mendung sebagai refleksi keteduhan, serta motif Sekar Jagat yang menggambarkan keberagaman dalam satu kesatuan harmoni.
* Akar Budaya: Penggunaan Batik Cirebon yang adaptif mempertegas identitas budaya pesisir yang kuat.
* Gaya Kasual: Untuk koleksi non-formal, Batik Chic menghadirkan aksen khas peranakan seperti kerah cheongsam dengan potongan yang modern.
NavaPark (Sinar Mas Land & Hongkong Land) hadir sebagai salah satu sponsor utama. Selain itu, dukungan juga datang dari Bank Mega, Adelle Jewellery, serta LT Pro sebagai brand kosmetik profesional yang menunjang riasan para penampil di atas panggung.
Sementara itu salah satu pelanggan setia Batik Chic, Lies Erni mengakui tertarik dengan desain terbaru Batik Chic, karena kualitas bahan serta model yang ditawarkan berkelas dan terbuat dari bahan yang memang berkualitas.
“Saya sudah lama menyukai karya-karya desainer yang ada di Batik Chic,” ungkap Lies.
Rangkaian acara di D’Soematra ini juga menghadirkan bazar yang berlangsung sejak pagi hari pukul 10.00 WIB, memberikan ruang temu bagi para pecinta fashion wastra Indonesia di Surabaya.[rea]







