Bojonegoro (beritajatim.com) – Jalan MH Thamrin di Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro sudah rusak. Padahal, jalan tersebut baru tiga bulan lalu atau pada Januari 2023 selesai diaspal.
Kondisi jalan tersebut saat ini bergelombang. Tampak gundukan aspal di badan jalan, membuat pengguna harus ekstra hati-hati.
Sejumlah ruas jalan yang rusak sudah mulai diberi tanda. Sedikitnya ada 30 titik yang diberi tanda dengan garis cat putih. Perbaikan Jalan MH Thamrin sebelumnya juga sudah pernah dilakukan dengan cara tambal sulam.
Menurut salah seorang warga Kelurahan Ledok Wetan, Putra, kerusakan beberapa titik ruas jalan protokol itu sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir. Beberapa ruas jalan yang rusak sebelumnya juga sudah pernah ditambal.
“Sekarang banyak lagi yang rusak. Kerusakan jalan ini bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya, Senin (27/3/2023).
Baca Juga:
Pembangunan Wisata Religi Ratusan Miliar di Bojonegoro Dinilai Minim Perencanaan
Beberapa gundukan akibat aspal yang amblas, menurut warga lain, Mardiati, sangat mengganggu dan membahayakan pengguna jalan. Beberapa kali, pengguna kendaraan bermotor menabrak gundukan aspal tersebut dan terjatuh.
“Kadang juga suaranya keras sekali jika ada kendaraan yang menabrak gundukan, bikin kaget,” ujarnya menambahkan.
Jalan protokol sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer dibangun pada akhir 2022. Nilai pembangunannya kurang lebih Rp7,4 miliar.
Pembangunan jalan yang memanfaatkan eks tanggul sungai itu sebelumnya juga sudah pernah dilakukan perbaikan. Proses perbaikan masih menjadi tanggungjawab rekanan.
Baca Juga:
Mega Proyek Wisata Religi di Bojonegoro Diduga Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
“Titik kerusakan sudah ditandai. Kami sudah mengintruksikan kepada rekanan untuk segera diperbaiki. Tinggal menunggu proses dari rekanan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga 1, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang, Radityo Bismoko.
Pihaknya meminta agar rekanan segera melakukan perbaikan aspal yang rusak. Selain itu, Radityo mengaku juga akan terus mengawal proses perbaikan Jalan MH Thamrin. Apalagi, sepanjang jalan tersebut saat ini sudah menjadi kawasan perkotaan yang selalu ramai. [lus/beq]






