Lamongan (beritajatim.com) – Ada sesuatu yang baru di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Kabupaten Lamongan. Hal baru tersebut adalah hadirnya lagu ‘Mars Lamongan’.
Hadirnya lagu mars lamongan tersebut digadang-gadang sebagai penyemangat untuk terus mencintai dan bangga terhadap tanah kelahiran.
Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat membuka lomba paduan suara dalam rangka HUT ke-52 KORPRI. Pihaknya berharap, Mars Lamongan dapat membawa rasa kebanggaan bagi pemerintah maupun masyarakat.
“Mari terus sosialisasikan mars ini menjadi kebanggaan kita semua, dan yang penting itu ada kata-kata Aku Cinta Lamongan dalam liriknya,” tutur Bupati Yuhronur, Sabtu (25/11/2023), di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.
Orang nomor satu di Kabupaten Lamongan tersebut tidak memungkiri bahwa lahirnya Mars Lamongan tersebut terbilang baru jika dibandingkan daerah lain. Namun Yuhronur optimis, mars ini akan mampu membawa suasana baru di Lamongan yang lebih baik.
“Saya senang dan bangga, karena kita memiliki Mars Lamongan, itu yang penting. Mars ini saya bikin bersama Pak Kepala Pertanahan, dan memang ini agak terlambat dari daerah-daerah lain,” tutur Yuhronur.
“Ada beberapa daerah yang mungkin tidak memiliki, tapi saya mengusahakan dan memilih agar kita punya mars, sehingga bisa dipakai di acara-acara dan di kesempatan-kesempatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yuhronur menjelaskan, Pemkab Lamongan sengaja menggelar lomba paduan suara di peringatatan HUT ke-52 KORPRI. Menurutnya, lomba ini terdiri dari dua kategori, yakni Kategori Kecamatan yang diikuti sebanyak 27 peserta pada Sabtu (25/11/2023) dan Kategori OPD yang diikuti sebanyak 42 peserta pada Senin (27/11/2023).
“Para peserta yang merupakan ASN di lingkungan pemerintahan Kabupaten Lamongan ini akan dinilai dari segi vocal, teknik, penampilan, dan pembawaan dalam menyanyikan dua lagu, Lagu Mars KORPRI dan Mars Lamongan,” pungkasnya.[riq/kun]
BACA JUGA: Terus Lestarikan Budaya, Lamongan Gelar Arak-arakan dan Dialog Jaran Jenggo






