Ponorogo (beritajatim.com) – Bapak pembangunan Ponorogo, Markum Singodimedjo berpulang.
Mantan bupati Ponorogo periode 1994-2004 itu, meninggal pada hari ini Sabtu tanggal 30 April 2022.
Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, almarhum Bupati Markum akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Wonorungkut Utara V No. 1 Surabaya. Rencananya, pada Rabu siang, jenazah akan dimakamkan di TPU Keputih Surabaya.
“Innalillahi wa innalillahi rojiun, selamat jalan Mbah Kung,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Sabtu (30/4/2022).
Mantan bupati yang menjabat di era tahun 90-an hingga awal tahun 2000 itu sangat terkenal dan dicintai oleh masyarakat bumi reog.
Tak ayal, kabar kepergiannya menghadap Sang Illahi pun membuat masyarakat berduka. Foto beliau disertai dengan tulisan duka cita pun menjadi status whatsapp warga Ponorogo.
Tak heran jika masyarakat Ponorogo merasa sedih dan berduka mendengar berita ini. Bisa dikatakan, almarhum merupakan bupati Ponorogo cukup fenomenal atas jasa dan prestasinya dalam membangun Ponorogo.
Di tangan beliau, pembangunan Ponorogo sangat maju di jamannya. Gedung-gedung hasil bangunannya kini pun masih gagah berdiri.
Sebut saja, gedung Sasana Krida Praja atau orang lebih mengenal dengan sebutan gedung lantai 8. Waktu itu atau hingga sekarang menjadi kantor pemerintahan kabupaten berlantai 8 satu-satunya di Jawa Timur. Ada pula juga gedung tempat wakil rakyat berkantor, Gedung DPRD Ponorogo di Jalan Alon-alon Timur.
Di sektor olahraga, ada Gelanggang Olahraga (GOR) Singodimedjo, Air mancur Dewi Songgolangit lengkap dengan patung-patung macannya, yang anak muda masa kini lebih mengenal dengan nama Blok-M (Macan).
Yang menjadi ikonik dan menunjukkan karakter Ponorogo, adalah patung-patung yang berada di perempatan-perempatan di Kota Ponorogo. Masih banyak lagi, bangunan megah lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Atas prestasi beliau itu, tidak berlebihan jika masyarakat Ponorogo menjulukinya sebagai Bapak Pembangunan Ponorogo.
“Selamat jalan Mbah Kung (Markum Singodimedjo). Jasamu selalu kami kenang selalu di Ponorogo, ” pungkas Kang Giri sapaan Bupati Sugiri Sancoko.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Selain terkenal akan pembangunannya, almarhum Bupati Markum Singodimedjo juga terkenal akan semboyan atau slogan dalam pemerintahannya dulu. Yakni REOG, kata itu merupakan singkatan dari Resik, Endah, Omber, Girang-gemirang.
Seingat penulis, slogan itu tertempel di rumah-rumah warga Ponorogo. Saking terpatrinya slogan tersebut, hingga penulisan kesenian khas Ponorogo itu dengan ejaan Reog, dimana dulu jamak menulis dengan ejaan Reyog. Bapak Bupati Markum Singodimedjo, hanya ragamu yang meninggal, namun nama dan jasanya akan selalu hidup di bumi Reog Ponorogo. (end/ted)






