Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut memperingati hari pahlawan nasional yang jatuh tepat 10 Nopember. Kali ini, peringatan dilakukan dengan upacara Tabur Bunga di Selat Bali di atas kapal KAL Rajegwesi II-5-40.
Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Indra Nusha R menjadi inspektur upacara. Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadhan, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Dewa Putu Darmawan, dan sejumlah pejabat lainnya turut dalam penghormatan kepada pahlawan.
Tampak suasana khidmat dan haru saat kegiatan tersebut. Terlebih saat Inspektur upacara mengajak peserta untuk mengheningkan cipta sebagai penghormatan kepada pahlawan. Panjatan doa dan hening itu termasuk untuk kru KRI Nanggala 402 yang hilang dalam operasi eternal patrol. “Upacara tabur bunga ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada kru KRI Nanggala 402,” kata Danlanal.
Ada pula prosesi pelarungan karangan bunga sebagai tanda hormat. Disusul peserta lain dengan menaburkan bunga di laut. “Momen penuh kekhidmatan ini merupakan penghargaan kepada pahlawan, termasuk KRI Nanggala 402, tetap abadi dalam ingatan kita,” kata Danlanal.
Sebelumnya, juga digelar Upacara Hari Pahlawan yang dipimpin oleh Wabup Sugirah. Upacara ini diikuti ratusan peserta yang merupakan perwakilan TNI/Polri, ASN, organisasi pemuda, partai politik, mahasiswa, hingga pelajar.
Dalam kesempatan itu, Sugirah mengajak agar seluruh masyarakat ikut berperan memberantas kebodohan dan memerangi kemiskinan di daerah. “Peringatan Hari Pahlawan adalah momentum untuk meneladani semangat para pejuang. Berbekal spirit yang sama, mari satukan tekat kita berantas kebodohan dan kemiskinan. Ini adalah salah satu bentuk pahlawan masa sekarang,” kata Sugirah.
Menurut Sugirah, penjajahan saat ini bukanlah kolonialisme, melainkan kebodohan dan kemiskinan. Dua hal tersebut adalah musuh dan ancaman nyata yang harus diperangi bersama. “Mari sama-sama peduli. Jika melihat ada anak yang tidak sekolah di sekitar kita, segera laporkan kepala desa atau camat, agar segera ditangani. Jangan sampai ada anak yang tidak bisa bersekolah,” kata Sugirah. (rin/kun)
BACA JUGA: Pasar Banyuwangi Dirombak Jadi Pusat Belanja dan Sejarah






