Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah Sekolah di Banyuwangi sudah memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di dalam kelas, usai menjalani pembelajaran daring akibat pemberlakuan PPKM.
Meski demikian, proses belajar dilakukan dengan dua metode tatap muka langsung dan daring.
Setiap sekolah juga wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk kelas dan menerapkan jaga jarak.
Selain itu, seluruh guru sekolah juga wajib sudah melakukan vaksinasi.
Di Sekolah SDN 2 Tukang Kayu ini misalnya. Sekolah ini melakukan proses pembelajaran dengan memberlakukan kuota 50 Persen bagi siswa yang boleh belajar di dalam kelas. “Sisanya, sekolah memberlakukan sistem hybrid dan blanded learning atau belajar secara online dari rumah,” jelas Kepala Sekolah SDN 2 Tukang Kayu, Suci Nuryanti, Senin (16/8/2021).
Selain Itu, kata Suci, setiap sekolah juga menerapkan system drive thru untuk kedatangan dan saat siswa pulang untuk mengurangi terjadinya kerumunan. Pemberlakuan PTM ini juga telah mendapat ijin dari Satgas Covid 19 Banyuwangi.
“Ya, setiap siswa dan guru harus kembali memulai menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Misal, siswa yang masuk saat ini, besok gantian dengan siswa yang saat ini daring di rumah,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sekolah-tatap-muka”]
Pembelajaran tatap muka ini disambut gembira bagi sebagian siswa. Mereka mengaku senang karena pembelajaran tatap muka lebih mudah dibanding harus belajar daring dari rumah.
“Ya, lebih senang kalau belajar di luar atau di dalam kelas. Bisa bertemu guru dan teman. Karena kalau di rumah itu banyak gangguannya, kalau pas jaringan internet putus tidak bisa ikut,” ungkap Adila salah satu siswi kelas VI SDN Tukang Kayu. (rin/ted)






