Banyuwangi (beritajatim.com) – Produksi ikan tuna kaleng asal Banyuwangi ternyata banyak diminati berbagai kalangan. Terbukti, tidak hanya untuk komoditi dalam negeri, justru telah merambah ke mancanegara.
Kali ini, sebanyak 4 kontainer berisi ikan tuna kaleng berangkat ke Kanada. Ekspor akan terus berlanjut hingga mencapai nilai kontrak USD 10 juta.
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, melepas langsung ekspor itu di kawasan pabrik pengalengan di Kecamatan Kalipuro. Produk asal PT. Pasific Masami Indonesia itu juga telah memasok kebutuhan ekspor ke pasar Asia, Afrika hingga Eropa.
“Ekspor produk tuna kaleng merupakan salah satu keberhasilan industri hilir. Hilirisasi menjadi cara agar kita tidak hanya menjual raw material (ikan mentah), namun juga produk hilirnya. Sehingga bisa menggerakkan perekonomian karena ada nilai tambahnya,” kata Menteri Wahyu.
Dia menegaskan akan terus mendukung hilirisasi industri yang menurutnya mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Kementerian KP akan melakukan pembenahan pada sektor hulu.
“Tujuannya, agar industri hilir tetap sustain,” terangnya.
Wahyu juga menyiapkan sejumlah skema. Di antaranya, melalui kegiatan budidaya ikan untuk menjaga ketersediaan populasi ikan yang menjadi bahan bahan baku industri ikan kaleng.
“Kita sudah cari potensi yang dekat dengan Banyuwangi yang bagus untuk budidaya tuna. Kita juga temukan di beberapa tempat lainnya. Ini sedang kita rancang untuk kita uji coba. Jika berhasil nanti akan kita lepas ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara pemilik PT. Pasific Masami Indonesia yang sekaligus Direktur Pemasaran PT Pacific Harvest, Muncar, Sherly Kho, mengatakan ekspor tuna kaleng ke Kanada pada hari ini untuk memenuhi kontrak senilai 10 juta US Dollar selama 6 bulan ke depan.
“Kanada adalah pasar ekspor terbaru kami. Sebelumnya, kami juga mengekspor ke berbagai negara di Asia, Afrika, dan Eropa,” kata dia.
PT. Pacific Harvest sendiri sudah melakukan ekspor ke 100 negara, rata-rata 100-200 kontainer per bulan. Baik berupa ikan tuna kaleng maupun ikan sarden kaleng.
“Dengan dukungan pemerintah, kami optimis bisa menambah jumlah produksi. Tahun depan kami targetkan bisa menambah kapasitas ekspor hingga 300 kontainer per bulan,” ujarnya.
Turut hadir pada pelepasan ekspor tersebut, Plt. Bupati Banyuwangi Sugirah, Danlanal Banyuwangi Hafidz, serta jajaran Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Plt. Bupati Banyuwangi Sugirah mengatakan pelaksanaan ekspor kali ini sangat berarti bagi daerah karena turut menggerakkan perekonomian Banyuwangi. Diketahui, perusahaan ini banyak menyerap tenaga kerja yang mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga di sekitar lokasi. Sedikitnya ada 8000 tenaga kerja di perusahaan tersebut, baik yang bekerja di pabrik Muncar maupun Kalipuro.
“Dengan adanya kegiatan ekspor ini akan menggerakkan perekonomian warga Banyuwangi,” ujar Sugirah. (rin/ian)






