Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 40 personel gabungan BPBD, TNI, dan Polri menjalani latihan water rescue di Embung Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Ngariboyo, Magetan, Jawa Timur, Rabu (16/11/2022).
Latihan tersebut merupakan latihan praktik usai seluruh personel menjalani latihan teori pada Selasa (15/11/2022).
Eka Wahyudi, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan menyebut, pelatihan water rescue bertujuan melatih anggota BPBD serta TNI Polri agar bisa sigap dalam memberikan pertolongan pada korban kecelakaan air.
Sehingga selain pelatihan secara teoritis, juga ada pelatihan praktik dari Badan Search and Rescue (SAR) Nasional (Basarnas).
“Seperti yang kita ketahui, Magetan punya dua telaga, ditambah puluhan embung yang tersebar di beberapa kecamatan dan mayoritas embung itu juga dijadikan wisata. Serta, ada beberapa desa yang rawan banjir. Sehingga, kami mengadakan pelatihan ini agar tak hanya petugas BPBD tapi juga TNI Polri bisa sigap memberikan pertolongan dan penyelamatan bagi korban kecelakaan air,” kata Eka Wahyudi, Jumat (18/11/2022).

Meski begitu, kini BPBD Magetan sudah memiliki tiga orang penyelam, semua sudah memiliki sertifikat dan selalu berlatih bersama POSI. Namun, tentu mereka tak bisa langsung bsia memberikan pertolongan jika mereka tak ada di lokasi. Sehingga, perlu pertolongan pertama jika korban kecelakaan air masih bisa diselamatkan.
“Tentu ini sebagai penunjang juga. Meskipun tidak diajari diving setidaknya ada teknik-teknik penyelamatan yang digunakan. Sekaligus, manajemen Operasi SAR jika sampai ada yang dinyatakan hilang,” katanya.
Diketahui, wisata air yang saat ini dibuka adalah Telaga Sarangan, Telaga Wahyu, Embung Pendem, Embung Sari Agung dan puluhan embung lainnya di sejumlah kecamatan di Magetan. Tak hanya itu daerah rawan banjir yakni Desa Ngelang, Jajar, Sukowidi, dan Kartgoharjo di Kecamatan Kartoharjo. (fiq/ted)






