Gresik (beritajatim.com) – Longgarnya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) semestinya dibarengi dengan program vaksinasi booster kedua. Kendati telah dibuka, vaksinasi itu di Kabupaten Gresik masih sepi peminat.
Di Puskesmas Industri Kecamatan Gresik misalnya. Warga hendak vaksinasi booster kedua tidak lebih dari 5 orang. Ini karena masyarakat belum mengerti soal daya tahan tubuh terhadap virus sudah menurun.
“Kami sudah membuka vaksinasi booster kedua sejak kemarin. Tapi, warga yang datang masih sedikit,” ujar Rahayu Priyanto petugas vaksinasi Puskesmas Industri Gresik, Rabu (25/01/2023).
Yanti menambahkan, minimnya masyarakat melakukan vaksinasi booster kedua. Hal ini karena masyarakat yang melakukan booster dosis 1 juga sedikit.
“Yang vaksinasi booster 1 bisa dihitung dengan jari. Kendati demikian, kami tidak patah semangat dan terus melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi,” imbuhnya.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, masyarakat yang telah melakukan vaksin dosis 1 hanya 313.760, atau 35,29 persen. Sementara dosis 2 booster baru 6.225 atau 5,42 persen.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-i9″]
“Dari jumlah yang melakukan booster kedua ini, sebanyak 1.047 di antaranya merupakan lansia, 4.996 adalah petugas kesehatan. Sisanya masyarakat umum,” kata Kepala Dinkes Gresik, dr Muakibatul Husna.
Alasannya dibuka vaksin booster kedua itu, lanjut dia, dikarenakan daya tahan tubuh terhadap virus covid-19 sudah menurun. Sehingga, pihaknya menghimbau masyarakat untuk melakukan booster kedua.
“Kami menyediakan vaksin jenis pfizer dilayani di faskes terdekat,” pungkas Husna. [dny/but]






