Ringkasan Berita:
- Banyak sekolah menaikkan status kondisi bangunan demi akreditasi meski sebenarnya rusak.
- Akibatnya, sekolah kesulitan mengakses program revitalisasi nasional.
- Pemerintah menambah Rp16 triliun untuk revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia.
- DPR RI mendesak revisi Dapodik agar bantuan tepat sasaran.
Jember (beritajatim.com) – Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran Rp 16 triliun untuk revitalisasi infrastruktur sekolah di seluruh Indonesia. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) harus direvisi agar akurat.
“Kemarin di rapat terakhir kami dengan Mendikdasmen, kami sudah sampaikan ke Pak Menteri dan Pak Menteri sudah sampaikan ke Pak Prabowo. Prabowo kemudian menambahkan anggaran sebesar Rp16 triliun untuk program revitalisasi,” kata Muhamad Nur Purnamasidi, anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Jember-Lumajang, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026).
Purnamasidi berharap Bupati Muhammad Fawait dan Dinas Pendidikan Jember segera mengusulkan dana revitalisasi. “Nanti skemanya bisa melalui Kementerian Dikdasmen atau melalui Banpres (Bantuan Presiden), karena ada Inpres terkait revitalisasi sekolah,” katanya.
Namun Purnamasidi mengingatkan agar Data Pokok Pendidikan (Dapodik) benar-benar akurat. “Sebelum ada program revitalisasi, karena mengejar akreditasi, sekolah-sekolah menaikkan statusnya menjadi baik. Padahal sesungguhnya tidak baik atau sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Sekolah-sekolah ini kemudian kebingungan saat ada program revitalisasi. “Kondisi gedung sudah rusak, tapi status Dapodik baik, sehingga tidak bisa diusulkan untuk mendapat dana revitalisasi,” kata Purnamasidi.
Purnamasidi menyarankan kepada pemerintah daerah agar melakukan konsolidasi dan merevisi status sekolah dalam Dapodik. “Karena kalau tidak begitu, nanti tidak akan bisa mendapatkan program revitalisasi, dan tentu yang dirugikan adalah peserta didik,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Muhammad Fawait mengatakan, jumlah gedung sekolah yang rusak berat di Kabupaten Jember tidak sama dengan Dapodik. “Saya kaget, jumlah gedung yang rusak berat di Jember 1.532 unit. Itu belum yang rusak ringan dan rusak sedang,” katanya, dalam peresmian revitalisasi satuan pendidikan Kabupaten Jember yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu (21/2/2026).
Bupati Fawait kemudian meminta data kondisi gedumg sekolah diperbaiki. “Kalau rusak laporkan rusak. Kalau tidak punya lab komputer, jangan paksakan dapur dijadikan lab komputer,” katanya. [wir/beq]






