Blitar (beritajatim.com) – Selama 1 bulan lamanya, PT KAI Commuter menerapkan perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) di Stasiun Blitar. Dalam sistem itu Stasiun Blitar dijadikan tempat transit kereta api lokal. Sehingga para penumpang harus berganti rangkaian kereta saat tiba di Stasiun Blitar.
Nyatanya Gapeka yang dijalankan oleh PT KAI Commuter line wilayah 8 Jatim yang telah diterapkan selama 1 bulan itu, menuai banyak protes dari para penumpang, karena menimbulkan kebingungan dan keruwetan. PT KAI Commuter pun akhirnya melakukan evaluasi. Hasilnya, per 15 Juli nanti stasiun Blitar tidak menjadi stasiun transit lagi.
External Relations and Corporate Image Care Manager KCL, Leza Arlan menjelaskan, selama satu bulan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan KCL di tiga Daop. Yakni Daop 7,8 dan 9. Ada beberapa sarpras yang harus dibenahi untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pengguna moda transportasi ini.
“Di Daop 7 ini, dari hasil evaluasi kami serta masukan dari para penumpang. Per tanggal 15 Juli nanti Stasiun Blitar tidak menjadi stasiun transit lagi,” kata Leza di Stasiun Blitar, Kamis (13/7/2023).
Kembalinya pola perjalanan seperti dulu, maka penumpang tidak perlu turun di Stasiun Blitar untuk ganti ke rangkaian kereta selanjutnya. Namun para penumpang harus menunggu sekitar 20-30 menit sebelum kereta melanjutkan perjalanannya ke stasiun akhir tujuan.
“Kalau Juni kemarin, naik dari Malang mau ke Kediri harus turun Blitar dulu ganti KA Dhoho. Mulai 15 Juli nanti tidak perlu ganti kereta namun nunggu 20-30 menit di Stasiun Blitar,” jelasnya.
Kembalinya pola perjalanan ini tidak mengubah jumlah perjalanan KA Dhoho dan Penataran. Yakni empat PP KA Penataran dan lima PP KA Dhoho. Lama perjalanan dan jadwal keberangkatan juga tidak berubah. Tarif KA-pun juga tidak berubah.
Leza pun menjelaskan bahwa evaluasi ini berdasarkan data jumlah penumpang yang melebihi ekspektasi. Selama Gapeka, KCL Wilayah 8 Jatim rata-rata melayani sekitar 38 ribu penumpang per hari.
Itu artinya dalam satu bulan, volume total penumpang sekitar 1,2 juta selama sebulan pelaksanaan Gapeka. Dengan jumlah perjalanan sebanyak 60 kereta.
Lebih lanjut, pihaknya akan memperbaiki sarana prasarana penunjang di setiap stasiun. KCL Wilayah 8 Jatim sendiri, beroperasi di 61 stasiun yang aktif beroperasi. Tidak menutup kemungkinan, akan ada penambahan stasiun yang kembali dioperasikan jika terjadi kenaikan jumlah penumpang.
Selama ini, banyak yang mengeluhkan Stasiun Blitar tidak layak sebagai stasiun transit. Karena luas peron dinilai tidak mampu menampung jumlah penumpang yang turun untuk ganti ke rangkaian kereta berikutnya. Keruwetan terjadi ketika penumpang menumpuk jadi satu, sementara lajur khusus ganti rangkaian kereta belum tersedia.
Masalah pun timbul. Seperti penumpang salah naik kereta. Penumpang tidak mendapatkan tempat duduk kembali ketika beralih ke rangkaian kereta berikutnya. Dan para lansia yang kesulitan harus naik turun kereta agar sampai ke tempat tujuannya.
Selain itu, penumpang juga mengeluhkan tiket tanpa kursi yang tetap dijual. Beberapa netizen kerap memposting di akun medsosnya, pemandangan banyak penumpang berdiri berdesakan di dekat pintu commuter, apalagi saat akhir pekan.
“Selama Gapeka ini ada kenaikan signifikan sekitar 2 persen. Kapasitas penumpang commuter line ini tetap 150 penumpang. Dengan perbandingan 100 persen dengan kursi dan 50 persen tanpa kursi. Namun kami belum ada rencana penambahan gerbong terkait masukan penumpang saat akhir pekan, karena okupasinya tidak pernah sampai 150 persen penuh,” tandasnya.
Informasi perubahan pola perjalanan ini disebut baik beberapa penumpang di Stasiun Blitar. Seperti Aprilia, karyawan swasta yang selalu memanfaatkan commuter line untuk perjalanan mudik dari Malang menuju Kediri setiap akhir pekan.
“Ya seharusnya dari dulu gak usah dicoba-coba. Kemarin Juni itu ruwet, melelahkan dan bikin gak nyaman. Padahal seperti saya ini pilihan naik kereta pertama murah, kedua gak ribet dan ketiga nyaman. Ya untung segera dievaluasi,” pungkasnya. (owi/kun)
BACA JUGA:






