Sidoarjo (beritajatim.com) – Sejak Desember 2021 sampai saat ini, PSPB (Pusat Studi Pendidikan dan Budaya) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo berkubang di desa dan kampung-kampung di Sidoarjo. Bersama mahasiswa llmu Kominikasi dan Akuntansi dan beerapa jurusan lain mereka menggali pengetahuan lokal yang ada di ingatan kolektif masyarakat.
Tak jarang mereka mendapatkan rintangan. Namun kegiatan tersebut masih dilakukan demi mendapatkan pengetahuan sejarah, sastra, dan budaya sebagai bahan konsep merdeka belajar.
Demikian diungkapkan oleh Joko Susilo, ketua tim penelitian, Selasa (12/7/2022). “Sebenarnya yang ingin kami kumpulkan adalah informasi tentang cerita masa lalu terkait sejarah peradaban yang ada di Sidoarjo mulai Kahuripan sampai masa penjajahan, baik itu sejarah terkait peninggalan yang ada artefaknya, atau sejarah lisan berupa cerita rakyat, foklor, legenda dan sejenisnnya,” katanya.
Sampai bulan Juni PSPB Umsida telah mengumpulkan informasi konten-konten lokal dari desa Candinegoro, Tambak Oso, Tambak Kalisogo dan desa Terung Kulon – Terung Wetan. “Kami menemui para sesepuh desa, pemerhati benda-benda peninggalan sejarah, komunitas budaya, dan rumah-rumah warga yang kami curigai menyimpan benda-benda bersejarah,” tutur Joko.
Banyak benda-benda bersejarah yang ditemukan. “Di desa Terung Wetan kami berjumpa dengan pak Agus Mulyono warga kampung yang dengan mandiri mengumpulkan benda-benda peninggalan Majapahit, beliau mengumpulkan pecahan gerabah, batu bata besar khas Majapahit, sampai pecahan guci Tiongkok masa lalu,” kata Fernanda S.K. Wijaya mahasiswa llmu Komunikasi yang tergabung dalam kegiatan PSPB Umsida ini.
Fernanda menambahkan, warga sangat perhatian terhadap benda-benda bersejarah. “Ternyata di desa-desa itu kami berjumpa dengan warga yang sangat konsisten merawat peninggalan masa lalu,” katanya.
Agus Mulyono, kata Fernanda, dapat menjelaskan secara logis bahwa wilayah Terung di masa lampau merupakan wilayah strategis perdagangan yang menghubungkan Majapahit dengan pedagang mancanegara. “Selain itu ia juga menceritakan tentang kisah legenda Den Ayu Putri dan Raden Kusen alias Adipati Terung,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”umsida”]
Selanjutnya tim riset PSPB bergerak ke desa Tambak Oso untuk menggali cerita rakyat Sarip Tambak Oso, dan ada juga yang menuju desa Tambak Kalisogo – Jabon dan mendapatkan kisah cerita rakyat dan sejarah peradaban yang dibentuk oleh Kisah Silat Jawisogo. lnformasi dari desa-desa ini ditulis kembali oleh tim riset PSPB sela]njutnya menjadi buku kumpulan cerita rakyat Sidoarjo “Sang Surya Sangkakala Kahuripan”.
“Program ini masih terus berlanjut dan direncanakan sampai 3 tahun ke depan, tujuannya adalah untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan pengetahuan masa lampau baik berupa sejarah maupun cerita rakyat yang di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan karakter untuk mendukung program merdeka belajar,” tandas Joko. [but]







