Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirimkan Tim RHA (Rapid Health Assessment) dan DMT (Disaster Medical Team) untuk membantu pemulihan korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.
Tim tersebut terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan BPBD. Tugas RHA yakni memastikan situasi, keamanan dan kebutuhan logistik yang dibutuhkan warga terdampak gempa. Sementara DMT melakukan pelayanan kesehatan secara optimal, dan dalam kondisi aman dengan membawa perbekalan sesuai dengan hasil RHA.
“Kami melalui BPBD Provinsi telah berkomunikasi dengan BPBD Cianjur dan Jawa Barat terkait bantuan apa yang bisa kami kerahkan untuk membantu saudara kita di Cianjur. Alhamdulillah kami berangkatkan Tim AJU (tim pendahu) untuk melakukan RHA sejak tanggal 23 November 2022, selain itu tim DMT juga telah diberangkatkan,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui keterangan tertulis, Selasa (29/11/2022).
Pada Sabtu (26/11), DMT yang berasal dari RSUD Haji pertama kali diturunkan untuk melakukan pelayanan kesehatan secara mobile di wilayah Puskesmas Cijedil.
“Obat-obatan dan kebutuhan medis terus kami siapkan dan kami bekali. Bahkan jumlahnya kami tambah agar bisa mencukupi kebutuhan di lokasi bencana. Tim DMT dari RSUD Haji juga telah diturunkan untuk melakukan pelayanan kesehatan secara mobile di wilayah Puskesmas Cijedil,” jelasnya.
Berdasarkan data, per hari Minggu (27/11), jumlah warga terdampak bencana alam gempa bumi yang telah dilayani oleh DMT mencapai 223 jiwa. “Tim DMT Prov Jatim sangat lengkap yang terdiri dari SDM (dokter/dokter spesialis, perawat/bidan, apoteker, tenaga logistik/ administasi dan driver), obat obatan, alat medis sederhana, mobil operasional hingga ambulance,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gempa-cianjur”]
Sementara itu, Dr Gusnady Koordinator Subklaster Yankes HEOC (Health Emergency Operating Center) Cianjur juga memberikan apresiasi kepada tim dari Jatim yang sangat mandiri dan penuh persiapan dalam melakukan respon krisis kesehatan di lokasi terdampak.
Menurutnya, kebutuhan yang diperlukan di lokasi bencana bukanlah kuantitas bantuan SDM kesehatan, melainkan masih banyaknya lokasi terdampak yang terisolir sehingga yang lebih dibutuhkan adalah pelayanan kesehatan mobile ke lokasi yang terisolir.
Hal yang sama juga diungkapkan Korlap Puskesmas Cijedil Idan yang menilai tim dari Jatim yang tiba di lokasi dengan membawa perlengkapan secara lengkap. “Kami berterima kasih armada yang dibawa oleh tim begitu sigap dan sangat detail sehingga tidak merepotkan HEOC Kabupaten Cianjur,” ujarnya. [ipl/beq]






