Pasuruan (beritajatim.com) – Pemasangan banner di Balai Desa Pelintahan yang dilakukan oleh oknum tak dikenal sudah dilepas. Dua banner itu sebelumnya terpasang di depan pagar balai desa dan menuntut Sekretaris Desa (Sekdes) Pelintahan untuk dipecat.
Pelepasan kedua banner ini dilakukan pada siang hari oleh orang tak dikenal. Saat dilepas, warga sekitarpun tidak tahu oleh siapa.
Menurut keterangan Sekdes Plintahan, Ali Wardani, kalimat yang tertulis di banner tersebut tidak benar. Bahkan dirinya sudah berdamai dengan keluarga istri sirinya. “Sudah damai, dan saya sudah membuat surat pernyataan sejak Selasa (15/11/2022) kemarin. Dalam surat itu terdapat lima point dan sudah ditandatangani kedua belah pihak,” kata Wardani, Kamis (1/12/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pencemaran-nama-baik”]
Sebelumnya Wardani dikabarkan telah menikah siri dengan Astutik yang merupakan istri sah dari Yasit. Namun kabar tersebut ditepis Wardani bahwa dirinya dengan Astutik hanya sebatas teman.
Saat kejadian tersebut, mencuat Wardani juga langsung mengklarifikasi ke pihak kecamatan dan Polsek Pandaan. Bahkan dirinya sempat diteror akan didemo dengan beberapa warga.
“Saya tadi pagi langsung menghadap ke pak camat untuk klarifikasi terkait banner ini. Saya juga koordinasi ke Polsek Pandaan dikarenakan ada yang meneror saya akan ada demo,” lanjutnya.
Wardani menyayangkan bahwa dirinya tidak mengetahui siapa pemasang banner yang menuntut dirinya dipecat. Bahkan dirinya sempat terfikir akan melaporkan pelaku pemasangan banner ke pihak yang berwajib. “Rencananya tadi saya mau melaporkan tapi tidak punya bukti siapa yang memasang. Karena ini sudah mencemarkan nama baik,” tutupnya. (ada/kun)






