Ngawi (beritajatim.com) – Sebanyak delapan desa di dua kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terendam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Madiun. Banjir yang terjadi pada Sabtu (29/3/2025) siang itu merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga malam hari menyebabkan banjir di Kecamatan Pangkur dan Kecamatan Kwadungan. Di Kecamatan Kwadungan, banjir meluap hingga memutus jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Ngawi dan Madiun. Sejumlah warga terlihat memberikan pertolongan kepada pengendara motor yang hampir terseret derasnya arus banjir.
Selain memutus akses jalan, banjir juga merendam puluhan rumah di enam desa di Kecamatan Kwadungan, yaitu Desa Simo, Waruk Kalong, Tirak, Dinden, Sumengko, dan Purwosari. Ketinggian air berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Namun, meski rumah mereka terendam, warga memilih bertahan dan tidak mengungsi. Mereka lebih fokus menyelamatkan harta benda ke tempat yang lebih tinggi.
Kuswandi, salah satu warga terdampak, mengungkapkan kepanikannya. “Ya panik pak, warga semua pada menyelamatkan harta bendanya ke tempat lebih tinggi, namun tidak mau mengungsi,” ujarnya.
Sumiati, warga lainnya, juga menuturkan bahwa hujan deras sejak siang hingga malam memperburuk keadaan. “Hujan dari siang hingga malam, terus banjir. Tadi pagi tidak begini, semakin siang air terus naik hingga masuk ke rumah warga,” katanya.
Camat Kwadungan, Didik Hartanto, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak. “Yang terdampak ada enam desa di sini, yang masuk rumah warga masih kami lakukan pendataan,” jelasnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi area persawahan di wilayah tersebut. Di Kecamatan Pangkur, banjir serupa juga terjadi di dua desa, yakni Desa Pleset dan Desa Gandri. Di desa-desa tersebut, ketinggian air mencapai pinggul orang dewasa, merendam puluhan rumah serta jalan desa. [fiq/ian]






