Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan yang terjadi pada, Sabtu (26/2/2022) menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto terendam banjir. Hingga Minggu (27/2/2022) pagi, banjir masih mengenangi Dusun Gembongan, Desa Jontangan, Kecamatan Mojosari.
Hujan terjadi di sejumlah wilayah terjadi sesuai prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Sidoarjo dan pantauan Simona BPBD Kabupaten Mojokerto.
Akibat hujan deras dengan intensitas lama tersebut menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat, ada sejumlah desa di empat kecamatan terendam.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Joko Supangkat memgatakan, setidaknya ada sejumlah desa di Kecamatan Kutorejo, Pungging, Mojosari dan Mojoanyar terendam banjir.
“Kemarin (Sabtu, red), di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto turun hujan dengan intensitas ringan, sedang dan lebar disertai angin kencang. Beberapa desa di sejumlah kecamatan terendam,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-mojokerto”]
Tim BPBD Kabupaten Mojokerto juga melakukan assesment dan pemantauan di lokasi terdampak banjir genangan. Namun hingga Minggu pagi, banjir masih tersisa di Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari.
“Masih ada di Dusun Gembongan, Deaa Jotangan dengan ketinggian sekitar 20 cm samai 30 cm di jalan dan areal persawahan. Di wilayah sudah surut karena sudah diupayakan di sedot dengan mesin pompa air untuk dibuang ke Kali Sadar,” jelasnya.
Menurutnya, banjir tidak sampai masuk ke rumah warga lantaran rata-rata rumah penduduk sudah ditinggikan. Sehingga air banjir hanya mengenangi jalan desa dan area persawahan. [tin/but]






