Probolinggo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo pada Senin (10/3/2025) sore menyebabkan banjir di beberapa wilayah.
Luapan Sungai Pekalen dan saluran Afvoer merendam sembilan desa di tiga kecamatan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan ratusan keluarga terdampak.
“Hujan lebat yang terjadi dari pukul 14.30 hingga 17.30 WIB menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap. Data yang kami himpun ada tiga kecamatan dan sembilan desa yangbterendam,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, Selasa (11/3/2025).
Oemar juga menjelaskan bahwa terdapat 438 kepla keluarga (KK) yang terdampak banjir. Data yang diperoleh di Kecamatan Krejengan ada 100 KK terdampak di Desa Tanjung Sari, kemudian di Desa Kamal Mastrip 72 KK terdampak, Desa Jatiurip 40 KK, Desa Opo-opo 120 KK, dan Desa Krejengan 33 KK.
Kemudian di Kecamatan Pajarakan ada tiga Desa Terdampak yakni Desa Ketompen 11 KK, Desa Seloguding Wetan 12 KK, dan Desa Seloguding Kulon 50 KK. Sementara di Kecamatan Maron hanya sawah warga yang terdampak, dan di Kecamatan Gading jembatan di Desa Sumbersecang putus.
“Satu pondok pesantren dengan 196 santri terendam, dan mereka dievakuasi ke masjid pondok. Satu jembatan putus menyebabkan satu desa terisolasi,” tambahnya.
Selain itu, beberapa rumah rusak dan sawah tergenang. Dalam bencana tersebut satu orang meninggal dunia akibat banjir saat ini.
Saat ini, sebagian wilayah sudah surut, namun sebagian masih tergenang. BPBD Kabupaten Probolinggo telah mengambil langkah-langkah penanganan diantaranya membuka dapur umum dan melakukan asesmen detail dan menyeluruh.
“Kami akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat,” pungkasnya. [ada/aje]






