Lamongan (beritajatim.com) – Seiring dengan meluasnya banjir luapan Bengawan Jero yang terjadi di Kabupaten Lamongan, ketinggian air banjir pun kini kian meningkat. Bahkan, jumlah sekolah yang terendam banjir saat ini meningkat dari pekan sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun beritajatim.com dari BPBD Lamongan, terdapat 51 bangunan sekolah se-Lamongan yang saat ini kondisinya memprihatinkan karena terendam banjir akibat luapan Bengawan.
Jumlah tersebut mengalami penambahan dari yang pekan lalu hanya berjumlah 24 sekolah. Tercatat, ke-51 bangunan sekolah yang saat ini terendam banjir itu tersebar di 5 kecamatan, yakni 11 SD dan 3 PAUD/TK di Kecamatan Deket, 8 SD dan 5 PAUD/TK di Kecamatan Kalitengah, 9 SD dan 3 PAUD/TK di Kecamatan Karangbinangun, 4 SD dan 3 PAUD/TK di Kecamatan Turi, serta 4 SD dan 1 PAUD/TK di Kecamatan Glagah.
Baca Juga: Banjir Lamongan Zaman Dulu, Begini Cara Masyarakat Menghadapinya
Atas kenyataan ini, sebagian besar pihak sekolah yang terdampak banjir ini pun memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajarnya (KBM). Keputusan tersebut diambil untuk menjaga keselamatan peserta didik, mengingat banjir yang melanda semakin parah.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-lamongan”]
Hal itu juga diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Munif Syarif. Bahkan, ia juga mengaku telah melakukan peninjauan ke beberapa sekolah yang terdampak banjir tersebut.
“Kami sudah melakukan peninjauan ke 7 lembaga pendidikan di beberapa kecamatan yang terdampak banjir. Kami akan mencari solusi dan mengupayakan semaksimal mungkin agar proses belajar secara tatap muka bisa tetap dilakukan,” kata Munif, Selasa (21/2/2023).

Di antara solusi yang ditawarkan agar KBM tetap berjalan secara tatap muka, tutur Munif, dengan memanfaatkan fasilitas di balai desa. Jika hal itu dirasa berat, maka langkah lain yang bisa diambil adalah dengan menggelar pembelajaran secara daring atau online.
“Desa memang cukup tanggap, banyak di antaranya yang menawarkan untuk mempergunakan fasilitas balai desa sebagai tempat belajar, atau juga bisa diberikan pembelajaran daring, sesuai dengan pentunjuk Bapak Bupati terkait proses belajar di saat ada musibah banjir seperti saat ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Munif berharap, banjir yang menggenangi sejumlah sekolah di Lamongan itu bisa segera surut. Dengan begitu aktivitas KBM bisa kembali normal. “Semoga cepat surut, siswa bisa belajar seperti sedia kala,” harapnya.[riq/ted]






