Jember (beritajatim.com) – Hujan sepanjang sore hingga malam di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (28/12/202), tak hanya membuat air sungai meluap dan membanjiri rumah Bupati Hendy Siswanto.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyebutkan adanya jenazah yang sudah dikubur ikut hanyut terbawa banjir.
Peristiwa hanyutnya jenazah itu terjadi di area pemakaman RT 12 RW 13, Lingkungan Kulon Pasar, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Area pemakaman tergenang air.
“Makam di bibir sungai ambrol dan mengakibatkan empat jenazah hanyut, yakni jenazah Simon, Ibu Basar, Ibu Rukini, dan Bapak Endang,” kata Sekretaris BPBD Jember Heru Widagdo, dalam laporannya, Kamis (29/12/2022).
Selain itu, di Jember Kidul, ada 80 keluarga terdampak banjir. Tembok rumah Slamet Haryono sepanjang dua meter dan lebar 1,5 meter jebol diterjang air.
Di Kelurahan Sempusari, 52 keluarga dan Musala Al Ikhlas terdampak banjir luapan. Begitu pula di Kelurahan Kepatihan, ada 25 keluarga terdampak. Pagar rumah Nyonya Serokya dan pagar pembatas rumah Nyonya Dewi setinggi 1,2 meter dan lebar 4 meter pun jebol.
BPBD melaporkan pula ada 70 keluarga di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, yang terdampak. Sementara di Kecamatan Mumbulsari, ada tujuh keluarga terdampak banjir.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Banjir bukan satu-satunya bencana yang menghantam Jember malam itu. Tanah longsor terjadi di Kecamatan Mayang, menutupi jalan penghubung desa dan membuat rumah warga mengalami kerusakan.
Tiga rumah warga di Plalangan jadi korban. Semuanya mengalami kerusakan ringan di bagian dapur rumah, yakni milik Bu Nia (71), Bu Halimah (62), dan Pak Misdin (70).
Tanah longsor terjadi di Dusun Padian, Dusun Sumberjeding, Dusun Tetelan, Desa Seputih dan Dusun Plalangan RT 01 RW 09 Desa Tegalwaru. Tanah longsor terendah setinggi tiga meter di Padian dan tertinggi 24 meter di Plalangan.
Berdasarkan analisis BPBD Jember, hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang mengguyur sejak 12.30 menyebabkan aliran Sungai Kalijompo tidak dapat menampung debit air. Air meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian air 75-100 centimeter.
“Hujan lebat juga mengakibatkan aliran Sungai Semangir tidak dapat menampung debit air, sehingga meluap ke pemukiman warga dan sarana umum dengan ketinggian air kurang lebih 50-80 centimeter. Hujan mengakibatkan drainase di daerah Mumbulsari tidak dapat menampung debit air, sehingga meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian air 10-30 centimeter,” kata Heru. [wir/beq]






