Malang (beritajatim.com) – Banjir dan tanah longsor kembali melanda kawasan Malang Selatan setelah hujan deras mengguyur wilayah Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermajing Wetan, Kabupaten Malang, pada Rabu (1/10/2025) sore hingga malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, luapan Sungai Tempuran memicu banjir dan longsor yang merusak sejumlah rumah warga serta satu gedung taman kanak-kanak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Jumat (3/10/2025) mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga deras mulai pukul 16.30 WIB membuat sungai tak mampu menahan debit air. “Ada empat rumah terdampak banjir, lima rumah terdampak tanah longsor. Termasuk satu gedung TK Dharma Wanita,” ujarnya.
Rumah yang terdampak banjir di antaranya milik Paijan, Junaidi, Hari Nurul, dan Sulis. Sementara rumah terdampak longsor adalah milik Ngatinem, Widodo, Arifin, Arif, dan Ngadenan. TK Dharma Wanita 01 di RT 04 RW 01 juga ikut tergenang.
Sadono menambahkan, meski tidak ada korban jiwa, warga terdampak saat ini membutuhkan bantuan darurat. “Kebutuhan mendesak yang kita butuhkan yakni terpal, paket kebersihan, kasur lipat, peralatan dapur dan alat masak, paket untuk lansia, kebutuhan makan, logistik serta pakaian,” katanya.
Salah satu warga terdampak longsor, Ngatinem, untuk sementara mengungsi di rumah saudaranya karena khawatir terjadi longsor susulan. “Banjir sudah surut, namun warga tetap diminta waspada mengingat curah hujan masih tinggi,” pungkas Sadono. [yog/beq]






