Bondowoso (beritaJatim.com) – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bondowoso sejak Selasa (10/12), mengakibatkan banjir genangan di beberapa desa serta tanah longsor di Kecamatan Wonosari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bergerak cepat untuk meminimalisir dampak bencana ini.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, menyebutkan beberapa wilayah yang terdampak banjir genangan, di antaranya:
- Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang: Air setinggi 30 cm menggenangi 20 rumah.
- Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang: Banjir dengan ketinggian air 30 cm.
- Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang: Genangan air setinggi 10 cm masih menutup jalan.
- Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso: Air setinggi 15 cm menggenangi beberapa area.
Selain banjir, tanah longsor terjadi di ruas jalan Jl. Kyai Togo Ambarsari, Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari. Longsoran sepanjang 25 meter dengan tinggi 5 meter menyebabkan akses jalan terputus total.
“Kondisi tanah yang tidak stabil dan curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama longsor ini,” terang Sigit.
BPBD Bondowoso telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama masyarakat setempat untuk melakukan pembersihan saluran air dan assessment dampak. Saat ini, saluran air di Desa Koncer Kidul masih dalam proses pembersihan, sedangkan di Desa Bataan dan Kelurahan Tamansari genangan telah surut.
Di lokasi longsor, tim BPBD telah menyelesaikan assessment untuk merencanakan tindak lanjut. “Hasil assessment sudah dilaporkan kepada pimpinan, dan besok akan dilakukan kerja bakti bersama warga untuk membuka akses jalan,” ujar Sigit.
Untuk memperkuat penanganan bencana, BPBD Bondowoso mengajukan Surat Pernyataan Bencana kepada Pj. Bupati. Koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga terus dilakukan.
Sigit mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. “Segera laporkan kondisi darurat kepada BPBD agar kami dapat memberikan respons cepat,” tutupnya. [awi/beq]






