Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di kawasan Bengawan Jero. Selain berupaya mempercepat surutnya genangan air, pemerintah daerah juga fokus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Total bantuan yang disalurkan mencapai 54 ton beras dan 9.700 paket sembako. Bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat di lima kecamatan terdampak, yakni Kalitengah, Turi, Deket, Glagah, dan Karangbinangun.
Penyaluran bantuan tahap kedua ini mulai dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Desa Ngujungrejo, Kecamatan Turi, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Yuhronur menjelaskan bahwa banjir yang terjadi tahun ini dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Curah hujan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal.
Selain itu, banjir juga diperparah oleh limpasan air dari sejumlah waduk yang bermuara di kawasan Bengawan Jero.
“Kami terus berupaya melakukan berbagai langkah penanganan. Curah hujan tahun ini meningkat hingga 300 persen. Ditambah limpasan dari Waduk Gondang, Prijetan, Karangnongko, hingga Wonogiri yang berkumpul di Bengawan Jero, sementara kondisi laut lebih tinggi sehingga air sulit keluar,” kata Yuhronur.
Untuk mempercepat surutnya genangan, Pemkab Lamongan mengoptimalkan pompa air di sejumlah titik, termasuk di Sluis Kuro yang saat ini telah dilengkapi 17 unit pompa air.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengajukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna membantu mengurangi potensi hujan dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami juga sudah berkonsultasi dengan BMKG untuk kemungkinan rekayasa cuaca agar hujan bisa diminimalkan hingga menjelang hari raya. Sementara ini, yang terpenting kebutuhan warga tetap terpenuhi sambil terus berupaya agar genangan cepat surut,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Yuhronur juga mengapresiasi inisiatif warga Desa Ngujungrejo yang turut membantu penanganan banjir secara swadaya.
Warga setempat diketahui membuat tanggul dari tumpukan karung pasir serta mengoperasikan 11 mesin diesel untuk mempercepat pembuangan air dari wilayah permukiman.
Kepala Desa Ngujungrejo Mujib menyampaikan bahwa banjir kali ini menjadi pengalaman pertama bagi desanya menghadapi genangan air dalam skala cukup luas.
“Kami berharap, berbagai upaya pemerintah dapat segera menurunkan ketinggian air, terutama menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
Selain bantuan sembako, Pemkab Lamongan juga menyalurkan tiga unit mesin diesel tambahan serta sandbag untuk memperkuat upaya penanganan banjir di desa tersebut. [fak/beq]






