Gresik (beritajatim.com) – Banjir bandang disertai longsor yang menerjang Pulau Bawean menyebabkan kerusakan yang yang cukup parah. Selain mengakibatkan puluhan rumah warga rusak, banjir itu juga menerjang sekolah hingga membuat jembatan putus.
Bantuan pasca kejadian tersebut sayangnya belum sampai ke Pulau Bawean. Masyarakat yang terimbas bencana banjir mengaku belum menerima logistik yang dikirim dari Gresik.
“Pasca kejadian, kami bergotong-royong membantu rumah warga yang mengalami kerusakan,” ujar Imam warga asal Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Jumat (3/03/2023).
Merespon hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik akan mengirimkan bantuan.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), hingga Sekretaris Daerah (Sekda). Termasuk penyaluran bantuan kepada warga terdampak,” kata Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Darmawan, Jumat (3/03/2023).
Darmawan menambahkan, sesuai rencana bantuan tersebut malam ini segera dikirim ke Pulau Bawean dengan menggunakan KM Gilli Iyang.
“Bantuan berupa paket sembako segera dikirim, ini masih kami hitung kepastian jumlah bantuan. Rencananya juga Bupati Gresik juga akan meninaju langsung kondisi banjir dan longsor di Pulau Bawean,” imbuhnya.
Selain itu lanjut Darmawan, pihaknya juga akan menerjunkan personel yang akan bersiaga dan membantu warga di area longsor dan bencana banjir.
“Nantinya ada 4 hingga 6 personil kami tempatkan di lokasi kejadian membantu warga disana,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bawean”]
Masih menurut Darmawan, BPBD Kabupaten Gresik bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melalukan assessmen beberapa fasilitas yang rusak. Termasuk temasuk beberapa jembatan, rumah yang roboh, dan retak.
Seperti diberitakan, banjir dan longsor terjadi di Pulau Bawean. Sedikitnya, ada sekitar 9 jembatan dan 21 rumah rusak. Sementara desa yang terdampak ada 16 Desa. Sebelas desa di Kecamatan Sangkapura, 5 di Kecamatan Sangkapura. [dny/but]






