Gresik (beritajatim.com) – Penumpang kapal laut yang menuju ke Pulau Bawean kini tak pakai scan barcode peduli lindungi. Semula kewajiban itu hanya berjalan sehari atau seremonial saja. Tapi saat penumpang yang hendak ke pulau puteri bebas bepergian.
Pantauan di terminal penumpang kapal cepat Pelabuhan Gresik. Tidak tampak lagi adanya plakat scan barcode aplikasi peduli lindungi. Padahal, saat kegiatan seremonial plakat itu ada di pintu masuk pelabuhan.
Salah satu penumpang kapal cepat, M.Hasan asal Desa Daun, Kecamatan Sangkapura mengatakan, dirinya sejak 30 menit sebelum keberangkatan sudah di pelabuhan. Hal ini dikuatirkan ada antrian saat melakukan pengecekan pada scan barcode peduli lindungi.
“Saya sempat kebingungan mencari kesana kemari tidak ada plakat scan barcode aplikasi peduli lindungi itu. Ini patut disayangkan mengingat pulau Bawean sangat rentan terpapar covid-19. Apalagi, selain dari Gresik, para penumpang itu banyak berasal dari Surabaya maupun luar negeri seperti Malaysia,” ujarnya, Selasa (2/11/2021).
Tidak hanya Mujib, Luluk salah seorang penumpang lain juga mengaku demikian. Dirinya tidak melihat plakat aplikasi peduli lindungi itu. Padahal, dirinya sudah menyiapkan aplikasi ketika membaca berita seremonial Kamis lalu.
“Saya sudah vaksin sebetulnya. Tapi tetap perlu dicek untuk keamanan bersama warga Bawean,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bawean”]
Secara terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Muhammad Amri menyampaikan apabila pelaksanaan scan barcode itu bukan ranah Dishub Gresik. Sehingga dirinya tidak mengetahui kenapa tidak ada lagi pengecekan.
Namun yang pasti lanjut dia, untuk mengantisipasi perjalanan laut menjelang akhir tahun ini pihaknya sudah bersiap-siap. Kendati masih menunggu intruksi dari Dishub Pemprov Jatim dan BMKG.
“Yang pasti nanti ada skemanya, tapi sekarang belum ada intruksi,” katanya.
Menurut data Dishub Gresik, perjalanan kapal laut hari ini menggunakan kapal cepat Express Bahari 6F. Kapal menuju Bawean itu berisi 148 penumpang yang terdiri dari 140 dewasa dan delapan balita. [dny/but]






