Surabaya (beritajatim.com) – Pada Senin 8 Agustus kemarin curah hujan tinggi mengguyur sebagian besar wilayah di Korea Selatan, termasuk Ibu Kota Seoul. Banjir ini merupakan banjir terbesar setelah 80 tahun untuk wilayah Seoul dan sekitarnya.
Semua fasilitas umum, seperti: kereta bawah tanah, basement, jalan raya hingga mal mengalami kelumpuhan akibat banjir ini. Pemadaman listrik pun dilakukan di daerah banjir guna menghindari adanya konsleting listrik.
Administrasi Meteorologi Korea Selatan mengatakan, saat ini pusat negara dan wilayah sekitarnya mengalami curah hujan hingga 50 mm per jam dengan akumulasi curah hujan di Seoul mencapai 422 mm dari Senin hingga pukul 8 pagi, di hari Selasa.
Akibat bencana tersebut, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol memerintahkan agar tempat kerja publik dan swasta mendorong karyawannya untuk menyesuaikan jam keberangkatan mereka di ke kantor.
Pemerintahan setempat juga mengumumkan adanya potensi longsor, terutama di wilayah yang dekat dengan hutan. Untuk itu, ia memerintahkan agar warga setempat segera mengungsi. Dalam beberapa foto yang diunggah oleh akun instagram @coppamagz, terlihat air dengan deras menuruni tangga menuju stasiun bawah tanah Metro.
Tidak hanya itu, banjir di ruas jalan pun hanya menyisakan atap mobil yang tampak. Beberapa toko terendam, termasuk lantai pertama dari salah-satu pusat perbelanjaan. Hal itu memperlihatkan betapa parahnya banjir yang menerpa Negeri Ginseng tersebut, sejak Senin kemarin.
Menurut laporan BBC Asia, terdapat 8 korban tewas akibat banjir bandang tersebut. 3 korban tewas di apartemen semi basement yang dikenal sebagai Banjiha. Didalamnya, terperangkap dua saudara perempuan berusia 40-an tahun dan seorang anak berusia 13 tahun.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir”]
Korban lainnya meninggal disebabkan tersengat listrik, satu lagi ditemukan di bawah reruntuhan halte bus dan satu lagi tewas tertimbun longsor tanah. Sementara itu, presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeul memerintahkan pejabat setempat untuk segera mengevakuasi para korban ke tempat yang lebih aman.
Administrasi Meteorologi Korea juga mengeluarkan peringatan di seluruh Kota Seoul dan sekitarnya, bahwa perkiraan hujan akan berlangsung hingga Rabu (10/8). (Jhn/ian)






