Blitar (beritajatim.com) – Warga Dusun Midodaren, Kaliandong, Klangkapan terpaksa memutar sejauh 3 hingga 5 kilometer untuk menuju Desa Dawuhan Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Hal itu terjadi setelah jembatan sementara yang terbuat dari bambu tersebut, roboh usai diterjang banjir.
Selama ini, jembatan sementara tersebut merupakan akses utama warga. Pasalnya jembatan utama yakni Dawuhan hingga kini belum kunjung rampung. Jembatan senilai Rp. 7,4 miliar tersebut hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan dan belum bisa dilewati kendaraan.
Kini di saat Jembatan Dawuhan belum jadi, justru jembatan sementara yang terbuat dari bambu diterjang banjir. Warga pun kini terpaksa memutar untuk mencari jalur alternatif.
“Saat ini yang dilakukan BPBD memberikan palang agar warga tidak melewati jembatan yang roboh sambil menunggu jembatan utama jadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttryanto, Senin (26/2/2024).
Jembatan sementara yang menghubungan 3 dusun dengan Desa Dawuhan ini roboh usai diterjang banjir pada Minggu (25/2/2024) sore. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar membuat debit air sungai Dawuhan meningkat.
Akibatnya, pondasi jembatan sementara yang terbuat dari bambu tersebut terseret derasnya arus sungai Dawuhan. Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas sehingga tidak ada korban jiwa.
“Akibatnya warga harus memutar sekitar 3 hingga 5 kilometer, ini masih menghubungkan satu desa yakni Dawuhan,” tegasnya.
Jembatan utama Dawuhan sendiri hingga kini belum selesai. Proyek jembatan senilai Rp7,4 Miliar rupiah itu hingga kini masih dalam proses pengerjaan meski telah molor dari target yang ditentukan.
Padahal proyek yang dibangun dari dana BNPB tersebut ditargetkan selesai pada 23 Desember 2023 lalu. Namun hingga berselang 2 bulan, jembatan yang memiliki lebar 7 meter dan panjang 33 meter tersebut belum juga rampung.
“Targetnya pokoknya tahun ini harus selesai,” tugasnya.
Dari awal pengerjaan, proyek jembatan Dawuhan ini memang sudah menimbulkan polemik. Bukan hanya di awal, saat pengerjaan proyek jembatan Dawuhan ini juga molor dari target.
Hal itu pun menjadi perhatian serius dari Pemkab Blitar serta DPRD Kabupaten Blitar. Kini Pemkab Blitar dan warga masih menunggu kapan jembatan senilai Rp7,4 miliar tersebut selesai dibangun dan bisa dilewati. [owi/beq]






