Malang (beritajatim.com) – Whida Rositama perempuan multitalenta asal kota Malang merilis lagu baru berjudul ‘Hope’. Pemilihan tanggal 17 Agustus sebagai hari peluncuran lagu ‘Hope’ tersebut bukanlah tanpa alasan, melainkan sebagai upaya Whida mengajak pendengar untuk merenungkan makna kemerdekaan dalam konteks pribadi.
Menurut perempuan yang juga menjadi dosen pengajar di Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) ini, lagu ‘Hope’ atau harapan bertujuan memberi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat untuk tetap berjuang dan berharap di tengah tantangan hidup yang ada. Whida Rositama sengaja meluncurkan lagu barunya pada momen bulan HUT Ke-79 RI 2024.
“Lagu ini resmi di launching pada tanggal 17 Agustus 2024 atau tepat saat peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia, tepatnya pukul 00.01 WIB melalui berbagai platform seperti Spotify, Apple Music, JOOX, Instagram Music, TikTok, dan 25 lebih digital stores lain,” ucapnya.
Diceritakan Whida, tembang ‘Hope’ punya lirik dan melodi yang menyentuh. Ia ingin mengajak pendengarnya untuk merenungkan makna kemerdekaan dalam konteks pribadi karena kemerdekaan bukan hanya tentang lepas dari belenggu penjajahan, melainkan juga tentang keberanian untuk berharap yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain.
“Lagu ‘Hope’ ini sebagai sumbangsih saya dalam merayakan kemerdekaan Republik Indonesia melalui seni musik, semoga dapat menggugah semangat siapa saja yang mendengarkan lagu ini,” ujarnya dengan begitu ramah.
Dosen Sastra Inggris UIN Malang ini menyebut bahwa lagu Hope berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia pernah mengalami berbagai macam masalah dalam hidup, sekian tahun lamanya sampai pada titik terendah.
“Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang begitu terpuruk dengan berbagai lika-liku kehidupan sampai pada titik terendahnya. Sampai pada satu titik ia tersadar untuk bangkit, survive menghadapi semua permasalahan yang ada dengan bijaksana,” ujarnya.
‘Hope’ menjadi motivasi dan mengingatkan bagi semua untuk tidak berputus asa dalam cobaan hidup. Lagu ini menyadarkan setiap manusia pasti punya berbagai macam masalah, yang tentu menjadi ujian agar manusia tersebut lebih baik dari sebelumnya.
“Hikmah dibalik semua itu, kita harus tetap berdiri tegap dan tidak menyerah. Jadi itu latar belakangnya, sampai menjadi lagu,” ujarnya.
Whida berharap melalui lagu ini, dapat menginspirasi dan memotivasi masyarakat di tengah isu mental health. Terlebih, telah banyak kasus bunuh diri yang terjadi di banyak tempat, sehingga hal ini menjadi sebuah problem serius.
“Saya harap masyarakat bisa menyanyikan dengan happy dan tidak gampang goyah. Mengajak pendengar tetap berdiri tegak, menyerah meskipun memiliki permasalahan yang begitu berat,” katanya.
Ditambahkan Whida, bahwa dalam proses pembuatan lirik lagu, membutuhkan waktu yang tak lama. Lirik lagu ‘Hope’ ia tulis hanya dalam waktu berkisar 15 menit. Sementara, untuk aransemen lagu membutuhkan waktu yang sedikit panjang karena menyesuaikan tim aransemen. “Kalau untuk take vokalnya cuma sehari saja,” katanya.
Perlu diketahui, Whida Rositama menghasilkan album dan single yang dinilai cukup mewakili beberapa momen besar yang tengah dirayakan atau dirasakan oleh masyarakat yang mendengarkan karyanya. Salah satunya adalah lagu ‘Hope’ ini. Bahkan beberapa single yang dilaunching tersebut, Whida tak segan mengajak mahasiswa atau pihak lain untuk berduet dengannya. (dan/kun)






