Bangkalan (beritajatim.com) – Kabupaten Bangkalan masuk kategori darurat Demam Berdarah Dengeu (DBD). Penyebabnya adalah tingginya curah hujan beberapa pekan terakhir yang menimbulkan genangan air dan berpotensi menjadi tempat sarang penyakit. Salah satunya nyamuk DBD.
Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Ambar Pramudiya Wardani mengatakan, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjangkiti DBD. Informasi yang dia terima, saat ini sudah ratusan warga Bangkalan yang terkena DBD.
“Sudah banyak yang kena DBD. Jadi masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya, Jumat (19/4/2024).
Ambar juga mengatakan, masyarakat harus proaktif melapor jika sudah ada yang mengalami gejala DBD. Sehingga, pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan tersebut bisa diatasi dengan cara difogging.
”Peran serta masyarakat dalam memberantas DBD sangat kami butuhkan,” imbuhnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, jumlah warga yang terkena DBD sebanyak 117 orang. Khusus Januari, jumlah penderita sebanyak 51 orang dan mayoritas penderita DBD adalah anak-anak.
Pihaknya juga menyampaikan, sebenarnya sarang nyamuk aedes aegypti tidak ada di genangan air kotor. Namun, berada di air yang cukup bersih yang dibiarkan tergenang.
“Hidup sehat dan menjaga kebersihan kunci memberantas DBD,” tandasnya. [sar/but]






