Surabaya (beritajatim.com) – PSDS Deli Serdang terpaksa berbagi poin dengan lawannya, Bandung United, dalam laga Grup X, Babak 32 Besar, Liga 3 Putaran Nasional, Stadion Jala Krida, Surabaya.
Maung Bandung Muda -julukan Bandung United- bersusah payah mencatatkan clean sheet dari semua serangan yang dilancarkan oleh tim lawan.
Meski pemain bek sayap Bandung United, Ahmad Faisal, mendapat kartu kuning kedua, Traktor Kuning -julukan PSDS Deli Serdang- gagal memanfaatkan situasi tersebut. Alhasil, skor kacamata bertahan hingga wasit menuip pluit tanda berakhirnya pertandingan.
Sedang Pelatih Kiper Bandung United, Syaifuloh, mengungkapkan, di babak kedua anak asuhnya sangat kesulitan bermain dengan 10 pemain.
“Apalagi pilar utama kami dapat kartu kuning kedua dan harus mengubah formasi agar tidak kebobolan,” jelasnya.
“PSDS bermain bagus, tim kami kewalahan dan kesulitan mencetak gol. Mungkin ini hasil terbaik. Berbagai peluang dari kedua tim berhasil dimentahkan,” sambungnya.
Dirinya berharap, para pemain lebih bekerja keras dan bermain lebih baik lagi pada pertandingan besok, supaya bisa meraih 3 poin.
Sementara itu Pelatih PSDS Deli Serdang, Syahrial Effendy, menyebut, kondisi lapangan usai diguyur hujan deras membuat para pemainnya memutuskan bermain umpan lambung.
“Padahal strategi awalnya adalah dari kaki ke kaki. Kemudian, Bandung United menerapkan parkir bus di depan gawang sehingga membongkar pertahanan juga sulit. Mungkin itu faktornya,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”liga-3″]
Meski demikian, Syahrial, mensyukuri hasil ini karena mendapatkan satu poin. Akan ada evaluasi yang dilakukan menjelang laga selanjutnya.
“Kami masih menyimpan pemain kunci yang terkena kartu merah pada saat babak penyisihan grup, pertandingan selanjutnya bisa kami mainkan,” ucapnya.
Baginya, persaingan di Grup X ini sangat ketat, sehingga, pasti ada perubahan di lini depan yang akan disiapkan di pertandingan berikutnya. [way/but]








