Ponorogo (beritajatim.com) – Akhir-akhir ini jagad dunia maya di Ponorogo dihebohkan dengan adanya bayi stunting di Desa Bajang Kecamatan Mlarak yang diberi bantuan susu kental manis (SKM). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo memberikan penjelasan terkait bantuan susu kental manis tersebut.
Pihak Dinkes Ponorogo pun tidak memungkiri bahwa memang sejumlah bayi diberi bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Pemerintah Desa (Pemdes) Bajang. Bantuan makanannya bukan hanya susu kental manis saja tetapi juga ada juga telur dan biskuit.
“Kita tidak menyalahkan siapa pun, kasus yang sedang viral di media sosial (medsos) ini, akan dijadikan evaluasi bersama dalam membangun kesadaran dalam pencegahan stunting di Ponorogo,” kata Sub Kordinator Kesehatan Gizi Masyarakat Dinkes Ponorogo Liswarni, Kamis (09/03/2023).
Dengan viralnya kasus ini, kata Liswarni, membuktikan belum terjalinnya komunikasi yang baik antara kades posyandu dengan ibu dari balita stunting tersebut. Sosialisasi saat memberikan bantuan itu, ternyata belum dipahami secara maksimal oleh sang ibu. Sehingga ada yang menafsirkan bahwa susu kental manis itu diminumkan kepada anak mereka.
Padahal, kader posyandu itu mensosialisasikan bahwa susu kental manis itu sebagai bahan tambahan bagi olahan makanan yang nantinya diberikan kepada si balita. Tentu pemberian susu kental manis itu, takarannya harus sesuai aturan untuk peruntukan bayi balita.
“Jadi susu kental manis itu tidak diminumkan langsung ke balita. Tetapi sebagai bahan tambahan untuk hasil olahan yang akan diberikan ke balita. Tetapi, ukuran pemberian itu juga harus pas sesuai aturan,” katanya.
Penelusuran Dinkes Ponorogo bahwa bantuan itu merupakan dari pihak desa. Pemdes Bajang mengalokasikan anggaran pada APBDes untuk bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang terindikasi stunting di wilayah tersebut.Yakni 4 kaleng susu kental manis, telur dan biskuit.
Viralnya di medsos yang terjadi beberapa hari terakhir ini, menurut Liswarni, informasi yang disampaikan di medsos itu kurang lengkap. Sehingga menimbulkan persepsi masyarakat yang bermacam-macam. Mayoritas mengira susu kental manis itu, diminumkan kepada bayi yang terindikasi stunting.
“Sekali lagi, susu kental manis itu tidak diminumkan langsung kepada anak. Tetapi menjadi bahan tambahan untuk produk olahan yang akan diberikan kepada anak balita,” katanya.
Untuk diketahui, viralnya bantuan susu kental manis yang diberikan untuk bayi stunting itu berawal postingan status di instagram. Postingan status itu berisi direct message (DM) dari pakar nutrisi nasional dr. Tan Shoet Yen. Dimana isi DM itu, dr. Tan Shot Yen diberi informasi bahwa ada bayi stunting di Desa Bajang Kecamatan Mlarak Ponorogo yang diberi bantuan susu kental manis, biskuit, dan telur. [end/but]






