Surabaya (beritajatim.com) – Balita Nazril Izzan Khoirulloh (2,5), pasien asal Bojonegoro yang menderita kelainan bawaan langka atresia ani (tanpa lubang anus), kini tengah mendapatkan perawatan lanjutan di RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Tim dokter multidisiplin saat ini melakukan serangkaian pemeriksaan diagnostik menyeluruh sebelum menentukan langkah operasi lanjutan. Pemeriksaan meliputi radiologi seperti USG, X-ray, ekokardiografi, serta evaluasi kondisi organ yang terkait dengan tindakan pembedahan.
Salah satu dokter yang menangani kasus ini, dr Johan Reynaldo, menjelaskan bahwa atresia ani kompleks membutuhkan penanganan bertahap dan tidak bisa dilakukan secara tunggal.
“Keselamatan pasien adalah prioritas, termasuk memastikan kestabilan berat badan dan kondisi fisik sebelum operasi,” terangnya, Selasa (19/8/2025).
Ia menegaskan, penanganan Nazril melibatkan kolaborasi lintas spesialis, di antaranya bedah anak, urologi, gastroenterologi, serta anestesi. Pendekatan komprehensif itu diperlukan agar hasil operasi lebih efektif dan meminimalkan risiko komplikasi.
Sebelumnya, Nazril telah menjalani enam kali operasi di Bojonegoro dan Kediri, namun mengalami masalah serius setelah prosedur ketiga. Ia tidak bisa lagi buang air kecil secara normal dan harus bergantung pada selang kateter. Kondisi itu membuat perutnya semakin membesar akibat gangguan saluran kemih.
Keluarga sempat menunggu lebih dari dua tahun untuk mendapatkan penanganan di RSUD Dr Soetomo karena antrean panjang pasien. “Saya cuma berharap anak saya bisa segera ditangani, biar tidak sakit lagi,” kata Juli Astutik, ibu Nazril.
Kepala Bagian Program Hukum dan Humas RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Abdul Aziz, membenarkan riwayat medis Nazril dan menyebut pihak rumah sakit daerah tidak bisa berbuat banyak karena penanganan lebih lanjut memang harus dilakukan di RSUD Dr Soetomo.
Hingga kini, tim medis RSUD Dr Soetomo masih melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kesiapan operasi. Keluarga berharap agar langkah medis segera dijalankan agar Nazril bisa terbebas dari penderitaan panjang yang dialaminya sejak lahir. [ipl/aje]






