Madiun (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun menemukan masih tingginya jumlah bakteri e-coli yang tinggi di sungai sepanjang Kota Madiun.
Pengujian kualitas air itu dilaksanakan di 7 titik sungai. Dimulai kawasan Ngebrak, Sungai di atas Jembatan Mayjend Sungkono, kawasan Winongo, dan dekat Jembatan Ring Road. Pengambilan sampel dilakukan pada Minggu (5/2/2023).
Analis Kimia DLH Kota Madiun Annita Yuli Mayasari menjelaskan pengambilan sampel air sungai itu merupakan kegiatan rutin. Tujuannya memantau kualitas air di kawasan sungai.
Dari hasil yang sudah ada, Annita mengungkapkan, parameter yang ada menunjukkan arah positif. Hanya saja, masih ada bakteri e-coli dalam jumlah tinggi ditemukan di beberapa sungai. Khususnya sungai di Jembatan Mayjen Sungkono.
“Kegiatan kami ini penting sekali karena akan keluar gambaran kualitas air sungai di suatu wilayah. Nantinya setelah itu, jadi pertimbangan kebijakan. Pengambilan sampel air di sungai juga berpengaruh terhadap perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan standar kualitas air nantinya,” ujar Annita, Minggu (5/2/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkot-madiun”]
Dirinya menghimbau kepada para pemilik industri, agar tidak membuang limbah di sepanjang sungai yang mengalir di Kota Pendekar secara sembarangan.
“Kami memberikan pengarahan kepada beberapa industri yang membuang air limbah ke sungai. Mereka juga harus melakukan instalasi pengolahan air limbah,” pungkasnya. (fat/ted)






