Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bakorwil Bojonegoro Ramses Panjaitan melakukan pengecekan akses jalan menuju Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT) baik dari arah Tuban maupun Kabupaten Bojonegoro.
Dari hasil pemantauan tersebut ditemukan akses jalan dari Kabupaten Tuban banyak yang rusak karena kelas jalan tidak sesuai dengan kelas jembatan penghubung Bojonegoro-Tuban. Selain kelas jalan yang masih rendah, kerusakan juga diperparah saat musim hujan. “Jalan di Tuban menuju ke Jembatan TBT kondisinya banyak yang rusak. Ditambah musim hujan dan banyak dilewati kendaraan truck,” ujarnya, Kamis (7/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”jembatan”]
Kerusakan jalan di Kecamatan Rengel menuju jembatan yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo itu terjadi kira-kira sepanjang dari selatan Pasar Rengel hingga ke jembatan. “Pemkab Tuban akan kami disurati supaya ada perencanaan pemeliharaan sekaligus pelebaran jalan,” tegasnya.
Menurut Ramses, kelas jalan menuju jembatan TBT di wilayah Tuban masih poros desa. Sehingga jalannya sempit, sementara dengan adanya jembatan penghubung itu, seharusnya jalan yang ada di sekitarnya harus menyesuaikan. “Harapannya pada tahun anggaran 2023-2024 Pemkab Tuban bisa mengajukan perencanaan pembangunan jalan, dan meningkatkan menjadi jalan poros kabupaten,” pungkasnya.
Dengan adanya akses jalan yang bagus, diharapkan bisa menambah kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Sementara, akses jalan dari jembatan yang juga disebut jembatan Kare yang ke arah Bojonegoro sendiri kini sudah bagus dan lebar. Selain itu, statusnya juga sudah menjadi poros kabupaten. [lus/suf]






