Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian besar bagian tubuh manusia terdiri dari cairan. Sehingga, terpenuhinya kebutuhan cairan sangat penting bagi tubuh manusia. Kurangnya cairan dalam tubuh bisa menyebabkan berkurangnya fungsi otak, dan menganggu kinerja organ tubuh. Di sinilah pentingnya meminum air putih. Ia dapat menjaga pasokan cairan dalam tubuh, dan menjaga tingkat hidrasi.
Namun perlu diperhatikan jika kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda tergantung pada tingkat aktivitas, suhu, dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Biasanya, Rata-rata orang dewasa perlu minum air sebanyak delapan atau sembilan gelas per hari. Ketika tubuh mengeluarkan keringat karena aktivitas fisik atau cuaca panas, kemungkinan kita membutuhkan cairan tambahan. Dampak buruk dari kurangnya minum air putih atau cairan lain menyebabkan dehidrasi. Ternyata bukan hanya itu, ada beberapa dampak lainnya:
Mengalami Dehidrasi Yang Berlebihan
Sebuah kondisi tubuh kehilangan banyak cairan dibandingkan dengan cairan yang diperoleh. Ketika dehidrasi membuat keseimbangan zat gula dan garam menjadi terganggu sehingga tubuh tidak dapat berfungsi secara normal. Dampak dari dehidrasi yang parah atau berkepanjangan bahkan tidak diobati dapat menyebabkan kondisi yang disebut hipovolemia yaitu ada kadar bagian cair dari darah atau plasma terlalu rendah.
Proses Metabolisme Pada Tubuh Menjadi Lambat
Salah satu dampak berbahaya dari kurang minum air putih dan cairan adalah metabolisme tubuh melambat. Ketika metabolisme yang lebih lambat, maka berat badan bisa bertambah. Maka dari itu, minum air putih membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi rasa lapar.
Mengalami Kulit kering
Kulit merupakan area sensitif yang perlu dijaga. Dampak lain dari kurang minum air putih dan adalah menimbulkan kulit kering. Sama halnya dengan tubuh, Kulit merupakan area yang harus terjaga serta terhidrasi dengan baik supaya tetap lembab. Ketika tubuh kekurangan cairan, maka kulit jadi keriput, tidak segar, dan tidak berkilau. Kekurangan cairan membuat kolagen pecah, garis halus dan kerutan di kulit jadi lebih kentara
Perasaan Susah berpikir dan sakit kepala
Seperti yang sudah kita ketahui jika otak manusia sekitar 80 persen terdiri atas air. Jika mengalami kekurangan, tentu saja kinerja otak jadi kurang optimal. Dampaknya, otak jadi tidak fokus, susah berpikir, mengantuk, mudah lupa hingga sakit kepala. (prd/tur)






