Malang (beritajatim.com) – Energi baru terbarukan (EBT) menjadi kesempatan jangka panjang untuk menjawab kebutuhan energi. Untuk mengetahui potensi EBT di Jawa Timur, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMNus) Jawa Timur menggelar webinar tentang pentingnya transisi energi ramah lingkungan bagi masa depan yang diikuti 150 mahasiswa di Jawa Timur.
Syahrul Ihza Ramadhan, koordinator daerah BEMNus Jatim mengajak mahasiswa di Jawa Timur agar berpikir futuristik untuk kebutuhan energi.
“Isu lingkungan sebagai salah satu hal yang belakangan ini sedang banyak digalakkan. Termasuk dari segi kenaikan harga BBM sebagai bentuk gagalnya pengolahan energi yang bersumber dari alam. Kita harus berpikir panjang untuk menggalakkan dan mendorong transisi EBT,” terang Syahrul pada Selasa (20/09/2022).
Dia juga menegaskan dengan acara ini agar mahasiswa di Jawa Timur peka terhadap isu lingkungan, bukan hanya politik saja. “Hari ini kita tidak hanya terfokus pada isu politik, tapi lebih dari itu hari ini kami fokus pada masyarakat yang sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat yaitu soal itu isu BBM,” imbuhnya.
Senada dengan hal itu koordinator Pusat BEM Nusantara, Ahmad Faruuq, menyampaikan sol isu yang memang menjadi fokus dari BEM Nusantara saat ini yaitu EBT. “ Baik dari sisi pemerintahan, maupun pertamina yang bertanggung jawab dalam EBT kita harus mengetahui alur dan prosesnya,” jelas Faruuq.
Sebelumnya, kata Faruuq, BEMNus sudah melakukan aksi serentak pada 1 September. “ Kita telah melakukan aksi, ini sebagai tindak lanjut dari aksi. Salah satu tuntutan kemarin mempercepat dari Energi Baru Terbarukan di terapkan di seluruh daerah,” imbuh Faruuq. Dia menambahkan transisi energi sangat dibutuhkan, karena akan berdampak untuk masyarakat dan masa depan Indonesia agar tidak lagi ketergantungan pada energi fosil.
Acara tersebut dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Kepala Dinas ESDM Jawa Timur; Dr Nurkholis, S.Sos, M.Si, CIPA, CIHCM dan Corporate Secretary PT Pertamina Power Indonesia; Dicky Septriadi.
Pembicara pertama, Dr Nurkholis yang diwakili oleh Ertika Dinawati dari Dinas ESDM Jawa Timur menjelaskan jika pengembangan EBT ini penting dilakukan di seluruh Indonesia umumnya, dan jawa Timur khususnya.
“Transisi energi merupakan proses transformasi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan. Jika paradigma lama kita di semua sektor mulai dari transportasi, rumah tangga, maupun dalam kehidupan sehari-hari banyak memanfaatkan fosil , maka saat ini dan untuk di masa mendatang lebih banyak diarahkan dengan EBT,” terang Dina, sapaan akrabnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bem”]
Dia mengajak adanya partisipasi dari mahasiswa secara aktif ikut memonitor dan ambil bagian dalam kegiatan dari transisi energi , di Jawa Timur. Karena kata dia, Potensi EBT Jawa Timur dapat menghasilkan Listrik sebesar 25.542 MW. “Sedangkan Kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Jawa Timur saat ini masih sebesar 10.138 MW,” imbuhnya.
Sementara itu, Dicky Septriadi dari Corporate Secretary PT Pertamina Power Indonesia menjelaskan soal komitmen Pertamina untuk menjaga prospek bisnis yang berkelanjutan dengan memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian alam, perlindungan terhadap lingkungan hidup serta kontribusinya terhadap kemandirian masyarakat.
“Kami diberi mandat untuk mengawal transisi baik di dalam pertamina, maupun di seluruh Indonesia. Indonesia harus bekerjasama dengan negara lain, baik dari segi pemasangan, pengembangan, maupun untuk risetnya terkait dengan EBT,” terangnya.
Dia berharap mahasiswa beberapa tahun mendatang yang jadi pemimpin mampu melandingkan target Indonesia menuju net zero 2050. “Karena hari ini mahasiswa sudah paham tentang konsep energi baru terbarukan, jadi di masa mendatang jika ada yang menjadi pemimpin dapat memaksimalkannya,” tutup Dicky Septriadi. (dan/ted)






