Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama Forkopimda Kabupaten Mojokerto mengikuti agenda rapat koordinasi nasional (rakornas) yang diadakan secara virtual di Polres Mojokerto. Rakornas membahas terkait antisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazaram menyampaikan, Presiden RI, Joko Widodo pada, Sabtu (3/9/2022) pekan lalu telah memutuskan terkait dengan pengalihan subsidi dan kompensasi agar tepat sasaran dan berkeadilan. Tak hanya itu, rencananya juga bakal ada pemberian bantuan sosial (bansos) tambahan sebesar Rp24,17 triliun.
“Bansos tambahan sebesar Rp24,17 triliun siap di eksekusi pada akhir Agustus atau awal September dan diperkirakan dapat selesai pada bulan Oktober. Bansos ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu, bekerja dengan maksimal gaji, serta program penciptaan lapangan kerja,” ungkapnya, Senin (5/9/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Terpisah, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini menyampaikan, bahwa Kementerian Sosial telah menyalurkan bansos kenaikan BBM di 34 provinsi melalui PT Pos Indonesia. “Pada awal bulan Desember kami akan menyalurkan bantuan yang kedua. Perjanjian dengan PT Pos Indonesia kami akan mengantarkan bantuan secara langsung,” katanya.
Pihaknya juga tidak melarang apabila masyarakat ada yang mau mengambil langsung di kantor pos. Selain para menteri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan paparan terkait aksi unjuk rasa. Aksi unjuk rasa yang pertama kali muncul setelah adanya isu kenaikan BBM. “Polda dan polres jajaran agar aktif melaksanakan sosialisasi kenaikan harga BBM melalui konten-konten yang inovatif dan mudah dimengerti,” ujarnya.
Usia mengikuti video conference dengan jajaran pemerintah pusat, Forkopimda Kabupaten Mojokerto melanjutkan agenda dengan rapat koordinasi tingkat Kabupaten Mojokerto. Pada kesempatan kali ini, Bupati Ikfina Fahmawati mengajak seluruh stakeholder untuk bersinergi dalam menghadapi inflasi yang akan terjadi.
“Untuk menghadapi inflasi ini kita harus fokus agar dapat terlaksana dengan lancar. Terkait dengan antisipasi kenaikan harga BBM bersubsidi agar rekan rekan melaksanakan koordinasi yang baik di lapangan,” tuturnya.
Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Beni Asman menyampaikan perlunya segera melakukan sidak pasar. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengetahui data harga secara real time. “Mari kita bersama sama melaksanakan deteksi dini agar kita semua tahu bagaimana keadaan di wilayah,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar menegaskan, dalam menghadapi inflasi yang akan terjadi ini, sinergitas adalah hal yang paling penting. Dengan sinergitas yang baik, kestabilan harga bahan-bahan kebutuhan pokok bisa terwujud dan proses memulihkan ekonomi masyarakat bisa berjalan baik.
“Dalam menghadapi inflasi ini sinergitas dari Forkopimda Kabupaten Mojokerto adalah kunci, agar kita dapat memulihkan perekonomian masyarakat. Hal ini juga nantinya diikuti dengan harga bahan pokok yang stabil,” tegasnya. [tin/kun]






