Lamongan (beritajatim.com) – Akibat diguyur hujan selama 1,5 jam saja, wilayah Babat, Lamongan sudah dikepung banjir. Bahkan hingga kini, tanda-tanda air akan surut pun belum tampak di kawasan setempat.
Dalam kesempatan ini, Lurah Babat Moh Faris Hasbi mengatakan, jika banjir yang merendam kawasan Babat sudah berlangsung sejak Rabu (19/1/2022) lalu. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan Babat rutin dilanda banjir.
Selain karena Babat merupakan daerah dataran rendah yang kerap menerima kiriman air dari beberapa wilayah di sekitarnya, Faris menyebut, buruknya saluran drainase yang dipenuhi sampah dan kurang maksimalnya pintu air di Bedahan Babat juga jadi faktor utama banjir semakin parah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
Ditambahkan oleh Faris, jika penanganan banjir di kawasan ini sudah terus diupayakan. Meski begitu, ia tetap khawatir, pasalnya banjir diperkirakan akan terus bertahan manakala intensitas hujan yang mengguyur Babat terus terjadi.
“Sebenarnya banjir di Babat pada Rabu lalu itu sempat surut mas, dan kami juga sudah melaporkan kepada pimpinan, tapi sekitar pukul 04.00 WIB pagi, air kiriman datang dan kembalilah terjadi banjir,” kata Faris saat dihubungi wartawan, Jumat (21/1/2022).
Lebih lanjut, Faris menyampaikan, saat ini pihaknya telah berkordinasi dengan PU-SDA untuk mengoptimalkan tiga pompa agar lebih maksimal dalam menyedot air. Ia juga berharap, ke depan akan ada normalisasi di Rawa Sogo.
“Karena wilayah Babat seperti Jakarta, jadi setiap tahunnya selalu kebanjiran, tapi kami sudah berkoordinasi dengan pihak SDA, ke depannya kita berharap agar Rawa Sogo bisa dinormalisasi sehingga banjir bisa kita atasi,” jelasnya.
Di sisi lain, banjir yang menerjang wilayah Babat ini juga mengakibatkan aktifitas masyarakat setempat terganggu. Hingga kini, lanjut Faris, pihak Kelurahan Babat belum melakukan pendataan terkait berapa jumlah rumah dan fasilitas yang terdampak banjir.
“Kami belum melakukan pendataan, tapi berdasarkan pemantauan kami di lapangan, untuk akses jalan ada sekitar 10 titik lokasi dan jalan yang terendam,” pungkasnya.[riq/kun]






