Surabaya (beritajatim.com) – Perjalanan menuju puncak karier tidak selalu dibangun melalui jalan yang lurus. Ada proses panjang, tuntutan untuk terus belajar, dan keberanian menghadapi tantangan yang menguji kemampuan.
Perjalanan Herry Gunawan, S.T., M.T., menjadi gambaran bagaimana ketekunan dan kemauan mengembangkan diri dapat membuka peluang yang lebih besar.
Berawal sebagai seorang engineer pada akhir 1990-an, Herry kini dipercaya menjabat Senior Director of Strategic Business Operation and Talent Management PT Untung Bersama Sejahtera (UBS Gold) Surabaya.
Ia bahkan mengemban tanggung jawab atas delapan departemen dengan total lebih dari 1.000 karyawan.
Namun, pencapaian tersebut bukan akhir dari proses belajarnya. Di tengah kesibukan mengelola operasional perusahaan, Herry justru kembali ke bangku kuliah untuk memperdalam ilmu Teknik Kimia di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).
Keputusan itu membawanya pada pencapaian akademik yang membanggakan. Herry berhasil menyelesaikan studi Magister Teknik Kimia melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sekaligus meraih predikat Wisudawan Akademik Terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Bagi Herry, pendidikan bukan sekadar gelar tambahan. Pengetahuan baru menjadi bekal untuk menjawab tantangan industri sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinannya.
“Kesulitan pasti ada, tergantung kita memandangnya. Apakah sebagai masalah atau peluang. Bagi saya, kesulitan adalah sebuah peluang untuk bisa meningkatkan level saya,” ujar Herry, Senin (19/10/2026).
Memulai dari Bawah, Bertumbuh Bersama UBS Gold
Karier profesional Herry dimulai pada 1998 sebagai Expert Machine Engineering di PT Kertarajasa. Setahun kemudian, ia bergabung dengan PT Untung Bersama Sejahtera dan terus mengembangkan kariernya hingga menduduki posisi strategis di perusahaan perhiasan emas tersebut.
Perjalanan itu tidak berlangsung dalam semalam. Herry memulainya dari posisi teknis, sebelum mendapatkan kepercayaan untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar.
Pada 2004, ia dipercaya menjadi asisten manajer. Seiring waktu, tanggung jawabnya bertambah secara bertahap. Keberhasilan mengelola satu departemen menjadi pintu bagi manajemen untuk memberikan mandat pada unit kerja lainnya.
“Saya memulai karier dari bawah, tidak langsung seperti saat ini. Di awal karier, saya menjabat sebagai engineer, lalu di tahun 2004 dipercaya menjadi Asisten Manajer,” kenangnya.
Kepercayaan tersebut terus berkembang hingga pada 2024 Herry mengemban tanggung jawab atas delapan departemen dengan jumlah karyawan lebih dari 1.000 orang.
Mengelola ribuan karyawan tentu bukan pekerjaan sederhana. Selain memastikan operasional berjalan sesuai target, ia harus mampu membangun koordinasi antardepartemen, menjaga kerja sama tim, serta memastikan setiap bagian bergerak menuju tujuan perusahaan.
Herry menyadari bahwa pencapaian tersebut tidak mungkin diraih seorang diri. Dukungan tim menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab yang semakin luas.
Di tengah dinamika industri emas yang terus berkembang, ia juga dituntut memahami persoalan teknis sekaligus kebutuhan strategis perusahaan. Pengalaman panjang di dunia kerja menjadi modal, tetapi baginya pengalaman saja tidak cukup.
Melihat Peluang Riset di Industri Emas
Ketertarikan Herry terhadap Teknik Kimia tumbuh dari kebutuhan nyata di lingkungan kerjanya. Industri emas memiliki keterkaitan erat dengan proses pengolahan material dan penggunaan bahan kimia, sehingga membuka ruang bagi penelitian untuk menghasilkan metode yang lebih efektif dan bermanfaat bagi perusahaan.
Pengalaman bekerja bersama lulusan Teknik Kimia UKWMS turut memperkuat pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi.
Ia melihat bahwa penelitian akademik dapat menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan solusi bagi persoalan industri. Perusahaan tidak harus selalu bergantung pada konsultan dari luar negeri apabila potensi keilmuan di dalam negeri dapat dilibatkan secara optimal.
“Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan di bidang Teknik Kimia bersama Prof. Fely, saya melihat peluang besar. Selama ini perusahaan kerap mengandalkan konsultan asing dan setelah saya pertimbangkan, kenapa perusahaan tidak mulai melibatkan kampus untuk masuk ke industri,” ungkapnya.
Pemikiran tersebut menjadi salah satu alasan Herry melanjutkan studi magister di Fakultas Teknik UKWMS. Ia ingin memperkuat kompetensi, memperluas wawasan, sekaligus membangun jejaring akademik yang dapat mendukung pengembangan perusahaan.
Pilihan itu juga menuntutnya kembali mempelajari banyak hal dari dasar. Meski telah memiliki pengalaman panjang sebagai profesional, Herry tetap harus mendalami materi Teknik Kimia, menjalani kegiatan laboratorium, serta melakukan eksperimen dan penelitian berulang kali.
Proses tersebut menjadi pengingat bahwa pengalaman kerja dan pendidikan akademik dapat saling melengkapi. Persoalan yang ditemui di industri bisa menjadi bahan penelitian, sementara hasil pembelajaran dapat diterapkan untuk mendukung pekerjaan.
Menyeimbangkan Karier, Pendidikan, dan Keluarga
Bagi seorang profesional yang memegang tanggung jawab besar, kembali kuliah berarti menambah satu rangkaian kewajiban di tengah jadwal yang sudah padat.
Herry harus membagi waktu antara pekerjaan, penelitian, penyusunan proposal, persiapan sidang, dan kehidupan keluarga. Sebagai ayah tiga anak, ia juga perlu menjaga keseimbangan antara tuntutan profesional dan tanggung jawab di rumah.
Manajemen waktu menjadi salah satu kunci untuk melewati proses tersebut. Dukungan Fakultas Teknik UKWMS turut membantunya menyelesaikan setiap tahapan studi hingga berhasil meraih predikat akademik terbaik.
Keberhasilan memperoleh IPK 4,00 memperlihatkan bahwa kesibukan profesional tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih prestasi akademik. Dengan perencanaan dan komitmen, keduanya dapat dijalani secara beriringan.
Bagi Herry, capaian itu bukan semata-mata tentang nilai sempurna. Lebih dari itu, proses belajar memberinya perspektif baru dalam melihat persoalan, mengembangkan kompetensi, dan mencari pendekatan untuk menjawab tantangan pekerjaan.
Tantangan sebagai Jalan untuk Naik Level
Kini, dengan pengalaman memimpin berbagai departemen di UBS Gold dan bekal akademik Teknik Kimia, Herry memandang tantangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan profesional.
Ia menilai, setiap persoalan memberi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan dan mencari cara baru dalam menghasilkan pengembangan yang berdampak. Upaya tersebut bisa dilakukan melalui pendidikan lanjutan, penelitian, maupun kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Pesan itu pula yang ingin ia bagikan kepada para profesional, terutama mereka yang merasa telah berada di jalur karier yang berbeda dari latar belakang pendidikannya.
“Tantangan itu banyak, tergantung kita mau menjawab atau menyerah. Sebagai profesional, tantangan seharusnya membuat kita senang. Berarti ada peluang untuk kita maju dan menghasilkan pengembangan yang berdampak,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberanian untuk terus belajar menjadi salah satu modal penting agar seseorang tidak berhenti berkembang meskipun telah mencapai posisi tinggi.
“Intinya, jangan takut terhadap tantangan, karena tantangan adalah hal baik yang akan membuat kita semakin naik level,” pungkas Herry.
Perjalanan Herry Gunawan menunjukkan bahwa keberhasilan karier bukan hanya ditentukan oleh lamanya pengalaman atau tingginya jabatan. Kemauan untuk belajar kembali, terbuka terhadap kolaborasi, dan melihat kesulitan sebagai peluang menjadi bagian dari proses yang membawanya dari seorang engineer hingga menduduki posisi strategis di UBS Gold.
Catatan redaksi:






