Sebanyak 435 bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah Sumenep, Madura. Bangunan yang mengalami kerusakan tersebut terdiri dari rumah, masjid, musholla, Puskesmas, dan sekolah
Penulis: Temmy P
Sumenep (beritajatim.com) – Pemkab Sumenep melakukan asesmen dampak gempa di Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Pulau Sepudi. Pada Kamis (02/10/2025), tim…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menandatangani MoU dengan PT Elnusa Tbk. Perjanjian kerja sama tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada di Desa Sukajeruk, Pulau/Kecamatan Masalembu.
Pemkab Sumenep bersama TNI, Polri, staf Kemensos, dan Baznas Sumenep turun langsung ke wilayah terdampak gempa di Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Pulau Sepudi.
Bangunan yang rusak akibat gempa pada Selasa (30/09/2025) jam 23.49 WIB di Sumenep tercatat sebanyak 316. Bangunan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Nonggunong, Gayam, dan Talango.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep turun langsung ke lokasi gempa yakni di Desa Gapurana Kecamatan Talango untuk menyerahkan bantuan tahap pertama bagi warga yang terdampak.
Gempa bumi magnitudo 6,5 mengguncang Sumenep pada 30 September 2025, menyebabkan kerusakan 144 bangunan dan 6 korban luka. Tim pemerintah segera memberikan bantuan
Gempa 6,5 SR guncang Sumenep, 26 bangunan rusak di Pulau Sepudi, beberapa warga luka tertimpa reruntuhan, BPBD masih lakukan pendataan.
Wilayah Sumenep dan Pulau Sapudi, Jawa Timur, diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB.
Gempa bumi magnitudo 6,5 mengguncang Sumenep pada Rabu dini hari. Berdasarkan rilis Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),









