Muhammad Jaddin Wajad, keponakan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, mendaftarkan diri menjadi calon bupati Kabupaten Jember, Jawa Timur, melalui nonpartai atau independen.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Media sosial beberapa kali menjadi arena ketegangan antarkelompok Islam. Abu Yasid, guru besar Filsafat Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, mengingatkan perlunya kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pandangan.
Mencurahkan isi hati alias cuhat soal perkawinan di akun media sosial pribadi yang dikonsumsi publik tidak menyelesaikan masalah, dan justru bisa membuat bubrah. Persoalan semakin susah ditemukan jalan keluarnya.
Lima partai politik yang membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dengan cara yang masing-masing berbeda adalah PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Golongan Karya, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Nasional Demokrat.
Muhammad Fawait, kandidat bupati dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), menyatakan Kabupaten Jember, Jawa Timur, membutuhkan bupati yang jago berdiplomasi, agar pembangunan tak hanya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Muhammad Fawait, kandidat bupati dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), yakin bakal mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Garda Pemuda Nasional Demokrat (Nasdem) tidak ingin Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipimpin bupati yang mengandalkan fanatisme pemilih. Pemilih fanatik membahayakan kehidupan demokrasi.
Garda Pemuda Nasdem ingin masyarakat Jember memilih kandidat bupati dan wakil bupati dengan pertimbangan rasional. “Kami tak ingin pemilih Jember menjadi pemilih yang fanatis, tapi pemilih yang dinamis,” kata Sutrisno, Pembina Garda Pemuda Nasdem Kabupaten Jember, Jumat (10/5/2024).
Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memiliki pekerjaan rumah untuk menyelesaikan revisi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten…
Kecelakaan lalu lintas hebat terjadi di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jumat (10/5/2024) dini hari. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember Sanda Aditya selamat dalam kejadian itu.









