Duit total Rp18,2 miliar, hingga kini Embung Grape di Desa Bolo, Kare, Kabupaten Madiun tak kunjung bisa dimanfaatkan petani. Embung itu mangkrak selama 6 tahun terakhir.
Penulis: Fatihah Ibnu Fiqri
Magetan (beritajatim.com) – Api kebakaran hutan Gunung Lawu terlihat dari Telaga Sarangan pada Selasa (17/10/2023) pukul 19.30 WIB. Kobaran api…
Kebakaran hutan di Gunung Lawu masuk Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan kini mengarah ke utara dan timur pada Selasa (17/10/2023) sore. Petugas saat ini hanya bisa melakukan pemantauan dari Cemoro Sewu Desa Ngancar
Sebanyak 114 kecelakaan terjadi selama 3 bulan terakhir imbas kendaraan yang overdimension dan overloading (ODOL).
Sejak diluncurkan 10 Oktober hingga 16 Oktober 2023, okupansi kereta api Kereta Suite Class Compartment diminati para pelanggan.
Titik api kembali muncul di Gunung Lawu, Kabupaten Magetan. Ini terlihat dari kepulan asap tebal di Petak 73/B, masuk Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan.
Cuaca panas melanda kawasan dataran rendah di Magetan dan sekitarnya. Suhu bisa mencapai 38° celcius hingga 40° celsius saat pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Polres Ngawi memeriksa 15 orang untuk mengusut penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Gunung Lawu. Diketahui, api pertama muncul di Petak 33
Warga Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan merasa geram dengan modin, atau yang sekarang disebut kasi pelayanan desa setempat.
Masa tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan Gunung Lawu di Magetan tetap dilanjutkan sesuai Surat Keputusan Bupati yakni sampai tanggal 31 Oktober 2023









