Surabaya (beritajatim.com) – Di Liga Super Eropa sudah menjadi topik panas di kalangan klub sepak bola dalam beberapa bulan terakhir. Kini ide terbaru dari FIFA itu menimbulkan lebih banyak kontroversi. Ada aturan baru yang diusulkan agar segera diterapkan mulai 1 Juli 2022 dan seterusnya.
Aturan ini bertujuan untuk mencegah agen, pengacara, anggota keluarga, atau perwakilan lainnya untuk mendapatkan puluhan juta Euro dari transfer seorang pemain. Sebagaimana dikutip dari Marca, sudah ada draf putusan terkait hal ini, tinggal menunggu finalisasi.
Namun, kebijakan tersebut lantas mendapat tentangan dari agen besar seperti Mino Raiola. Raiola telah mempertanyakan legalitas putusan semacam itu, dan ia akan meluncurkan tindakan hukum terhadap aturan tersebut jika diberlakukan.
Sejak FIFA mengakhiri hubungan dengan kelompok agen yang disebut Football Family tahun 2015. Membuat masing-masing federasi telah membuat keputusan dan tindakan sendiri. Hal ini berarti FIFA telah kehilangan kendali hukum dan tidak dapat mengintervensi kesepakatan antara pemain dan klub.
Untuk mendapatkan kembali kendali hukum itu, FIFA lantas mengeluarkan usulan untuk mengelola besaran komisi melalui organisasi baru bernama Clearing House. Tugasnya adalah mengelola semua pembayaran transfer pemain. Nantinya klub akan melakukan pembayaran komisi ke FIFA dan Clearing House yang akan melakukan transfer ke agen melalui sistem pengelolaan uang.
Sehingga klub tidak akan lagi membayar langsung ke agen sehingga FIFA dapat memastikan bahwa komisi tidak melebihi enam persen dari total biaya transfer. Di samping itu, akan ada lebih banyak kontrol atas kontrak pemain, serta aturan baru ini juga akan mengatur bahwa kontrak antara pemain dan agen akan berubah dari dua tahun menjadi tiga tahun.
Aturan itu membuat para agen tidak senang karena keputusan itu akan menetapkan batasan komisi yang diterima agen. Misalnya, Raiola bisa mendapatkan 20 juta euro dari transfer pemain seperti Erling Haaland, tapi dengan aturan ini mungkin hanya mendapatkan 6 juta Euro andaikata striker Dortmund itu terjual dengan harga 100 juta euro.
Para agen beranggap ini sebagai aturan itu yang bertentangan dengan hak-hak mereka. Nantinya akan ada rencana untuk mengambil tindakan hukum di pengadilan negara-negara Eropa, yang diharapkan akan membawa kasus ini pada Mahkamah Hukum Uni Eropa.
Lantas, keputusan itu bisa berdampak di bursa transfer Januari 2022 mendatang. Sebab, para agen mungkin tertarik untuk mempercepat transfer pemain agar komisi tidak terpengaruh dengan aturan baru. [dan/esd]






