Blitar (beritajatim.com) – Atap Pasar Legi Kota Blitar rusak diterjang angin puting beliung pada Jumat (3/4/2026), memicu keresahan pedagang yang kini memilih tutup lebih awal karena khawatir hujan merusak dagangan.
Kerusakan tersebut membuat sejumlah titik atap pasar menganga, menciptakan celah besar yang memungkinkan air hujan dan panas matahari langsung masuk ke area dalam pasar. Kondisi ini mengubah aktivitas jual beli yang sebelumnya normal menjadi penuh kekhawatiran.
Marilah (63), salah satu pedagang senior, menceritakan detik-detik saat angin kencang menerjang kawasan pasar. Ia mengaku sempat mendengar suara dentuman keras sebelum atap terlepas.
“Waktu itu anginnya besar sekali, ada suara ‘dor-dor’. Atapnya goyang lalu lepas begitu saja. Kami semua di sini langsung lari ketakutan,” ujarnya.
Sejak kejadian itu, para pedagang mengaku tidak lagi tenang, terutama saat cuaca mulai mendung. Kekhawatiran utama adalah air hujan yang masuk melalui atap rusak dan merusak barang dagangan, serta membuat lantai pasar menjadi becek.
“Kalau sudah mendung saja, hati sudah tidak tenang. Takut air masuk dan merusak dagangan. Jadi sekarang kami lebih sering tutup lebih cepat,” tambahnya.
Dampak kerusakan ini juga terasa pada jam operasional pasar. Jika sebelumnya aktivitas berlangsung hingga sore hari, kini banyak pedagang memilih berkemas sejak pukul 13.00 WIB ketika cuaca mulai berubah.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Blitar, Parminto, menyatakan pihaknya telah melakukan peninjauan dan pendataan kerusakan di lapangan.
“Ada sekitar 10 titik atap yang lepas serta belasan lembar fiber yang mengalami kerusakan serius,” jelasnya.
Sebagai langkah darurat, Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk memasang terpal penutup sementara agar aktivitas pasar tetap berjalan.
“Untuk sementara kami tangani dengan pemasangan terpal bantuan dari BPBD agar pedagang tidak terlalu terdampak saat hujan turun,” ujarnya.
Sementara itu, perbaikan permanen akan dilakukan melalui program revitalisasi pasar yang dijadwalkan mulai April 2026. Selama proses tersebut, penanganan sementara tetap dilakukan untuk meminimalkan dampak kerusakan terhadap aktivitas ekonomi pedagang di Pasar Legi Kota Blitar. [owi/beq]






