Sampang (beritajatim.com) – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panyerangan 3, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan tenang. Karena atap yang rusak membuat siswa terpaksa pulang awal karena ruang kelas yang bocor saat terjadi hujan di kawasan SDN Penyerangan 3 Sampang.
Sayangnya, perbaikan tidak bisa dilakukan karena bangunan SDN Panyerangan 3 belum bersertifikat.
“Sebenarnya dengan adanya surat dari pihak BPPKAD, sudah bisa dilakukan pembangunan ataupun rehab kelas,” terang Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Panyerangan 3 Hoiri, Selasa (23/1/2024).
Hoiri hanya bisa berharap jika pembuatan sertifikat lahan SDN Panyerangan segera rampung. Agar kerusakan di sekolah tersebut bisa sesegera mungkin dilaksanakan. Sebab, yang menjadi korban saat hujan yakni siswa yang tidak bisa mendapatkan haknya secara utuh menerima pelajaran dari para guru.
“Harapan kami masalah legalitas lahan yang belum selesai ini segera tuntas supaya siswa juga bisa belajar dengan tenang meski terjadi hujan,” harapnya.
Tidak hanya itu, Hoiri juga mengaku pernah memulangkan siswanya lebih awal karena hujan tidak reda apalagi sebagian bangunan juga mulai miring.
“Saat hujan pertama beberapa waktu lalu, kami sempat memulangkan siswa lebih awal karena khawatir sekolah ini roboh,” tandasnya.[sar/aje]






