Pasuruan (beritajatim.com) – Pengendara di Kota Pasuruan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di sejumlah ruas jalan utama. Sejumlah titik mengalami kerusakan berupa aspal menggelembung yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Kondisi ini muncul setelah laporan masyarakat mengenai permukaan jalan yang tidak rata di beberapa kawasan padat lalu lintas. Kerusakan tersebut dianggap dapat memicu kecelakaan jika pengendara kurang berhati-hati.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Kota, Aipda Setiyo Budi, menjelaskan pihaknya sudah turun langsung melakukan pengecekan di lapangan. “Kami survei di sebagian wilayah, khususnya di jalan nasional,” ujarnya.
Setiyo menyebut ada enam ruas jalan yang kondisinya cukup mengkhawatirkan bagi para pengguna kendaraan. Lokasi itu meliputi kawasan simpang empat Pos Bulu hingga simpang empat Purut, serta simpang empat Kebonagung di Jalan Untung Suropati.
Selain itu, kondisi serupa juga ditemukan di simpang empat Jalan Soekarno Hatta dan sambungan aspal barat Rumah Makan Kebon Pring menuju timur. Kerusakan turut terlihat di bahu Jalan Ir. Juanda dan area selatan Pos Blandongan.
Dari hasil survei tersebut, banyak titik memperlihatkan bleeding aspal atau permukaan yang menggelembung. Panjang kerusakan bervariasi, berkisar antara 50 hingga 150 meter.
Menurut Setiyo, kondisi itu berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengendara roda dua. “Pengendara bisa selip, sementara roda empat yang pendek bisa gasruk,” katanya.
Ia menegaskan ada dua titik yang perlu diperhatikan secara khusus karena tingkat risikonya lebih tinggi. Pertama, jalur cepat dari depan RS Graha Medika menuju RM Kebon Pring yang permukaannya bergelombang.
Titik kedua berada di Jalan Ir. Juanda, mulai Kelurahan Tapaan hingga Blandongan, terutama pada bahu jalan simpang tiga Blandongan. Area ini kerap dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga kerusakan jalan lebih berbahaya.
Setiyo menambahkan bahwa laporan terkait kondisi tersebut sudah diteruskan ke Balai Besar Jalan Nasional. Ia mengingatkan, “Pengendara agar lebih berhati-hati, apalagi musim hujan karena jalan licin dan jarak pandang berkurang.”
Ia berharap tindakan perbaikan dapat dilakukan sesegera mungkin agar risiko kecelakaan dapat ditekan. Masyarakat diminta memprioritaskan keselamatan dan menurunkan kecepatan saat melintas di titik-titik rawan tersebut. [ada/beq]






