Surabaya (beritajatim.com) – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), bersinergi dengan Dewan Asuransi Indonesia (DAI) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelindungan usaha. Kolaborasi ini diwujudkan dalam kegiatan “Literasi Asuransi untuk Negeri” yang digelar di Hotel Luminor Surabaya, Jumat (10/10/2025), dengan peserta para pelaku UMKM Kota Surabaya.
Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan kini terus menunjukkan geliat pertumbuhan ekonomi yang kuat. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Surabaya tahun 2024, jumlah pelaku UMKM di kota ini mencapai 150 ribu. Peningkatan jumlah tersebut juga diiringi dengan berbagai upaya pemerintah dan asosiasi usaha dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menyatakan bahwa kehadiran Askrindo merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan literasi keuangan dan asuransi di sektor UMKM. “Seiring dengan meningkatnya indeks literasi asuransi skala nasional dan maraknya program UMKM ‘naik kelas’, Askrindo hadir untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha. Asuransi berfungsi melindungi aset usaha dari berbagai kejadian tak terduga, seperti kebakaran, pencurian, atau bencana alam. Pelindungan risiko usaha adalah fondasi penting agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.
Fankar menambahkan, pelaku UMKM perlu meningkatkan pengetahuan mengenai pelindungan usaha agar dapat memilih produk asuransi yang sesuai. “Dengan pemahaman yang tepat, risiko usaha dapat diminimalkan sehingga pelaku usaha bisa lebih fokus pada pengembangan bisnisnya,” jelasnya.
Region Office Head Class 1 Surabaya Askrindo, Barly Surachman Jusuf, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Askrindo dan DAI dalam memperkuat inklusi asuransi, khususnya dalam momentum Bulan Inklusi Keuangan dan peringatan Hari Asuransi. “Sejalan dengan komitmen Askrindo, DAI terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap asuransi melalui edukasi yang mendorong kesadaran untuk memiliki produk asuransi dan merasakan langsung manfaat pelindungannya,” kata Barly.
Ketua Panitia Hari Asuransi 2025 sekaligus perwakilan DAI, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa tingkat literasi asuransi nasional terus meningkat. “Angka literasi secara nasional naik 12%. Asuransi pada dasarnya adalah bentuk tolong-menolong, di mana mereka yang terkena risiko akan ditolong oleh peserta lainnya,” ujarnya.
Upaya yang dilakukan Askrindo dan DAI diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor perasuransian. Penguatan literasi dan inklusi asuransi ini menjadi langkah penting untuk membangun sektor keuangan yang tangguh, stabil, dan berperan dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional. [beq]






