Jember (beritajatim.com) – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bondowoso memprotes digelarnya pertandingan semifinal sepak bola wanita Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII pada pukul 11.30 WIB, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Selasa (28/6/2022).
Dalam pertandingan tersebut, Bondowoso menyerah 0-4 dari Kota Malang. Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra tidak mempersoalkan hasil pertandingan tersebut. “Kami menyadari secara teknik dan stamina, kami masih berada di bawah Kota Malang. Ini jadi pembelajaran bagi kami,” katanya.
Kepemimpinan wasit Bangil Syahputra dari Kota Batu pun tidak dipersoalkan oleh Adi. “Kami menilai wasit sudah bertindak fair play. Kami tidak ada permasalahan,” kata Adi.
Adi hanya keberatan dengan jam pertandingan. “Jam pertandingan menurut saya tidak manusiawi bagi adik-adik putri. Kalau cowok masih agak pantas. Tapi ini cewek main jam 11.30. Bagaimana ini? Kasihan mereka. Mereka punya masa depan, dipaksa main 2×45 menit. Saya sedih melihat mereka,” keluhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim”]
Adi mengatakan, sepak bola wanita tak seharusnya dilaksanakan jam 11.30. “Cowok saja belum tentu sanggup. Ini masukan kami kepada KONI, ke depan jangan seperti ini,” katanya.
Gagal menembus final, Adi masih berharap memperoleh medali perunggu dalam perebutan tempat ketiga melawan Kabupaten Lamongan, di Stadion Notohadinegoro, Kamis (30/6/2022). “Harapan saya, jam pertandingan jangan seperti saat ini. Yang utama adalah keselamatan pemain kami. Kami merasa waswas, seandainya ada apa-apa, siapa yang akan bertanggungjawab,” katanya. [wir/but]






