Banyuwangi (beritajatim.com) – General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang-Gilimanuk, M. Yasin, menyatakan telah menyiapkan skema layanan angkutan mudik di penyeberangan Selat Bali. Menurutnya, hingga saat ini telah terpantau peningkatan jumlah pemudik dari Bali ke Pulau Jawa melalui jasa penyeberangan ini.
“Memang sudah mulai terlihat sejak H-8 dan H-7 itu terus mengalir ya, pada hari Jumat itu motor saja sudah 5.000-an,” ungkap GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang – Gilimanuk, M. Yasin, Selasa (18/4/2023).
Pihak otoritas pelabuhan mencatat adanya peningkatan yang cukup signifikan dibanding hari biasa. “Roda 37 persen, pejalan kaki di atas 100 persen,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya menjelaskan siap menampung segala kemungkinan terjadi saat di lapangan. Termasuk menumpuknya antrean penumpang yang biasa terjadi di sisi Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Baca Juga:
Arus Mudik Pulau Bali-Banyuwangi Padat, 2 Jam untuk Menyeberang
“Tapi itu bisa kita imbangi dengan mengoperasikan jumlah kapal yang memadai sehingga tidak terlihat terjadi kemacetan,” katanya.
Hingga kini pihak ASDP telah mengoperasikan 32 kapal baik dari Bali maupun Banyuwangi. Sementara ada skema penambahan kapal hingga maksimal 35 armada jika terjadi kepadatan.
“Saat ini kita operasikan 32 kapal, nanti kalau sampai kita operasikan 35 baru top,” katanya.
M. Yasin memprediksi puncak arus mudik penumpang dari Pulau Bali ke Pulau Jawa terjadi pada H-2 dan H-1 jelang lebaran. “Prediksi puncak itu diperkirakan pada Rabu dan Kamis,” pungkasnya.
Baca Juga:
Mudik Hari Keempat, Jumlah Penumpang Kereta Api Menurun
Pantauan sementara di lapangan, mulai terjadi antrean kendaraan penumpang di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Seperti yang terjadi pada Selasa (18/4/2023) dini hari.
Di mana, ratusan penumpang menggunakan roda dua maupun roda empat menumpuk di area pelabuhan. Bahkan, sejumlah kendaraan besar terlihat mengular ke jalan sejauh hampir 1 Kilometer. [rin/beq]






