Lamongan (beritajatim.com) – Arus balik Lebaran 2026 membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha jajanan di Kabupaten Lamongan. Beragam jajanan khas daerah, terutama wingko, menjadi incaran para pemudik untuk dijadikan buah tangan sebelum kembali ke kota asal.
Salah satu titik yang menjadi jujugan pemudik untuk berburu buah tangan adalah deretan toko oleh-oleh di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, dekat Stasiun Kereta Api Lamongan.
Seperti yang dialami Bambang Subirawan, pemilik usaha Wingko Sedap Mantab. Tingginya permintaan membuat kapasitas produksinya ikut naik berkali lipat dibanding hari biasa.
“Kalau hari normal hanya dua sampai tiga kilogram adonan, sekarang bisa sampai 25 kilogram per hari,” kata Bambang, saat ditemui di tokonya, Rabu (25/3/2026).
Meski permintaan tinggi, Bambang menegaskan pihaknya tetap mengutamakan kualitas, agar tidak menimbulkan kekecewaan pada konsumen.
“Kami tetap mempertahankan kualitas dengan proses pemanggangan tradisional selama 45 sampai 60 menit agar matang sempurna,” ujarnya.
Keragaman rasa juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Mulai dari original, rasa nangka, durian, hingga ketan hitam. Dari sederet varian rasa yang ditawarkan, wingko rasa ketan hitam justru menjadi favorit karena cita rasanya yang unik. “Untuk harga, semuanya sama. Satu kotak isi 10 biji, harganya Rp27 ribu,” tuturnya.
Salah satu pemudik yang akan kembali ke Jakarta, Rohman, mengaku wingko sudah menjadi oleh-oleh wajib bagi keluarganya. “Rasanya khas, keluarga di rumah juga suka,” kata Rohman. (fak/kun)






